GIANYAR, BALINEWS – Perbekel Desa Lebih, I Wayan Agus Muliana, S.AP., merintis usaha kuliner dan kedai kopi bertajuk Warung Messari x Massaricoffe bersama istrinya. Usaha yang mengangkat kuliner olahan ikan laut khas Pantai Lebih ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja, mengembangkan kreativitas generasi muda, serta memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Warung Messari x Massaricoffe sendiri telah menggelar grand opening pada 16–20 Oktober 2026 dengan mengundang rekanan, teman, keluarga, dan para relasi.
Agus Muliana mengatakan, usaha yang dirintisnya bersama sang istri tersebut berangkat dari keinginan untuk membangun usaha yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam membuka kesempatan kerja bagi warga Desa Lebih dan sekitarnya.
“Usaha ini kami rintis bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Kami juga ingin membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Lebih dan warga sekitarnya, sehingga keberadaan usaha ini bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan,” ujarnya.
Mengusung konsep kuliner, kedai kopi, dan ruang serbaguna, Warung Messari x Massaricoffe diharapkan menjadi tempat berkumpul sekaligus wadah pengembangan potensi masyarakat. Ruang serbaguna di lantai dua mampu menampung sekitar 100 hingga 150 orang dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.
Menurut Agus Muliana, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi hiburan seperti karaoke dan pertunjukan musik akustik. Ia juga ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi dan mengembangkan gagasan kreatif.
“Kami berharap lantai dua ini tidak hanya digunakan untuk karaoke atau live akustik. Kami ingin tempat ini juga menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan melahirkan ide-ide kreatif yang positif, termasuk melalui kegiatan focus group discussion atau FGD,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan kreativitas tersebut, Agus Muliana berencana mengadakan berbagai perlombaan secara rutin, baik setiap minggu maupun dua minggu sekali. Kegiatan yang direncanakan meliputi lomba karaoke, musik akustik, full band, tari Bali, mekendang tunggal, hingga lomba membuat patung miniatur ogoh-ogoh.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak muda, khususnya di Desa Lebih dan Bali pada umumnya, untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Harapannya, kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk menyalurkan energi dan kemampuan mereka ke arah yang positif,” ujarnya.
Ia menilai, pengembangan industri kreatif berpotensi memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Semakin banyak kegiatan kreatif yang berkembang, semakin terbuka pula peluang bagi munculnya aktivitas usaha dan kesempatan kerja baru.
“Ketika industri kreatif bisa bergerak, kami berharap pergerakan ekonomi masyarakat juga semakin baik. Karena itu, kami ingin usaha ini tidak hanya menjadi tempat makan dan minum, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas dan peluang ekonomi,” tambahnya.
Angkat Kuliner Khas Pantai Lebih
Dari sisi kuliner, Warung Messari x Massaricoffe mengandalkan beragam olahan ikan laut yang menjadi ciri khas kawasan Pantai Lebih. Selain menu makanan utama, warung ini menyediakan aneka camilan, seperti roti bakar spesial, kentang goreng, buah segar, dan salad buah.
Sementara itu, pilihan minuman mencakup beragam varian kopi, kopi dengan cita rasa buah, teh, serta minuman nonkopi. Menu signature berupa racikan kopi khas yang dikembangkan sendiri menjadi salah satu sajian andalan yang direkomendasikan kepada pengunjung.
“Kami mengangkat olahan ikan laut khas Pantai Lebih sebagai salah satu menu utama. Untuk minuman, kami juga memiliki berbagai pilihan kopi, teh, minuman nonkopi, serta racikan signature yang kami kembangkan sendiri. Kami berharap menu-menu ini bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Agus Muliana.
Dukung Petani Lokal dan Produk Organik
Selain bergerak di bidang kuliner dan pengembangan kreativitas, Warung Messari x Massaricoffe juga berupaya mendukung perekonomian lokal dengan menyerap hasil pertanian masyarakat Desa Lebih.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penggunaan beras organik yang dibeli melalui BUMDes Tri Eka Mandiri Desa Lebih. Beras tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan produk pertanian organik yang dikembangkan petani setempat, termasuk dari Subak Padang Lantang.
Agus Muliana menegaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha dalam menyerap produk pertanian lokal diharapkan mampu membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antara petani, pelaku usaha, dan BUMDes.
“Kami berkomitmen membantu menyerap hasil pertanian masyarakat dan mendukung program BUMDes agar jejaring ekonomi di Desa Lebih bisa semakin kuat. Untuk beras, kami menggunakan beras organik yang dibeli melalui BUMDes Tri Eka Mandiri,” jelasnya.
Ia juga berharap semakin banyak warung lesehan dan usaha kuliner di Desa Lebih yang memanfaatkan produk pertanian organik lokal, mulai dari beras, buah-buahan, hingga sayuran.
“Kami berharap warung-warung makan dan lesehan di Desa Lebih juga bisa ikut menyerap produk organik yang dihasilkan petani lokal. Dengan begitu, petani memiliki pasar yang lebih luas dan manfaat ekonomi dari usaha kuliner bisa dirasakan bersama,” katanya.
Melalui Warung Messari x Massaricoffe, Agus Muliana berharap usaha yang dirintis bersama istrinya dapat berkembang sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Usaha tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat kuliner, tetapi juga ruang kreativitas generasi muda dan sarana memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
“Harapan kami, usaha ini bisa mesari sesuai dengan nama yang kami usung, Warung Messari x Massaricoffe. Semoga keberadaan usaha ini diterima masyarakat, memberikan manfaat, membuka lapangan pekerjaan, dan ikut mendukung kemajuan ekonomi warga Desa Lebih,” tutupnya. (*)

