Nusa Penida adalah pulau di tenggara Bali yang termasuk wilayah Kabupaten Klungkung dan dipisahkan dari Bali daratan oleh Selat Badung. Namanya berasal dari bahasa Bali, nusa berarti pulau dan penida berarti pendeta, sehingga sering diartikan sebagai pulau para pendeta. Bersama Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, pulau ini membentuk Kecamatan Nusa Penida.
Daratannya berbukit kapur dengan tebing tinggi yang langsung menghadap Samudra Hindia. Itulah yang membuat pantai dan titik pandangnya begitu dramatis. Berikut 10 destinasi wisata di Nusa Penida dan sekitarnya, ditutup dengan tips perjalanan di akhir artikel.
1. Pantai Kelingking

Foto: Chainwit./Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
Pantai Kelingking, yang juga dikenal sebagai T-Rex Bay, adalah ikon Nusa Penida. Tanjungnya menjorok panjang ke laut dan bentuknya mengingatkan pada jari kelingking atau kepala dinosaurus, diapit tebing setinggi sekitar 150 meter. Di bawahnya terbentang pasir putih dan laut biru toska.
Sebagian besar wisatawan menikmatinya dari puncak tebing. Jalur turun ke pantai sangat curam dan memakan waktu sekitar 30 menit, jadi hanya cocok bagi yang benar-benar bugar dan memakai alas kaki yang kuat.
Lokasi: Desa Bunga Mekar, sisi barat Nusa Penida.
2. Broken Beach (Pasih Uug)

Foto: I Ketut Arnaya/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Warga setempat menyebutnya Pasih Uug, yang kira-kira berarti pantai yang runtuh. Teluk berbentuk hampir bulat ini terbentuk dari abrasi laut dan runtuhnya bukit kapur, dengan diameter sekitar 100 meter. Laut masuk lewat terowongan di bawah lengkungan batu alami.
Tidak ada jalan turun ke dalam teluk. Pengunjung berjalan di jalur tepi tebing yang mengelilinginya dan menikmati air hijau toska di bawah. Jaraknya sekitar 7 kilometer dari Pantai Kelingking, sehingga keduanya mudah dikunjungi dalam satu hari.
Lokasi: Banjar Sumpang, Desa Bunga Mekar, pesisir barat daya Nusa Penida.
3. Angel's Billabong

Foto: Haryanti/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Hanya beberapa menit berjalan kaki dari Broken Beach, Angel's Billabong adalah kolam alami di cekungan batu karang di kaki tebing. Saat air surut dan laut tenang, airnya begitu jernih hingga dasar batunya terlihat jelas.
Keindahannya bisa menipu. Ombak besar dari Samudra Hindia dapat tiba-tiba menghantam bibir kolam, dan Pemerintah Kabupaten Klungkung melarang berenang di sini sejak Januari 2023. Nikmati dari tempat yang aman dan jangan berdiri di tepi batu.
Lokasi: Dekat Broken Beach, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.
4. Diamond Beach

Foto: Stryn/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Diamond Beach dinamai dari karang di tepi pantai yang bentuknya menyerupai bongkahan berlian. Pasir putihnya diapit tebing kapur, dengan beberapa pulau karang kecil menjulang di depannya.
Untuk turun ke bibir pantai, pengunjung melewati jalur setapak dan tangga yang dipahat di dinding tebing, dilengkapi pegangan tali. Perjalanannya butuh tenaga ekstra, tetapi pemandangan dari bawah sepadan. Seperti Kelingking, kawasan ini juga termasuk lokasi yang dilarang untuk berenang.
Lokasi: Desa Pejukutan, pesisir timur Nusa Penida.
5. Pantai Atuh

Foto: Hendrojkson/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Bersebelahan dengan Diamond Beach, Pantai Atuh berada di teluk berpasir putih yang dikelilingi tebing. Daya tarik utamanya adalah gugusan pulau karang di depannya, termasuk Batu Melawang yang memiliki lubang alami tempat air laut mengalir.
Pantai ini dicapai lewat tangga yang cukup curam. Suasananya cocok untuk bersantai, memotret, atau menunggu matahari terbit dari sisi timur pulau. Cek kondisi pasang surut dan ombak sebelum masuk ke air.
Lokasi: Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida.
6. Rumah Pohon Molenteng

Foto: Dini Rosyadah Tridya/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Tiga rumah pohon kayu beratap rumbia berdiri di bibir tebing Bukit Molenteng. Masing-masing berukuran sekitar 4 x 4 meter dan menghadap panorama laut lepas serta gugusan pulau karang yang dijuluki Thousand Islands atau Raja Lima.
Dari parkir, pengunjung berjalan kaki sekitar 15 menit menyusuri tebing berbatu yang sudah dilengkapi tali pegangan. Tempat ini populer untuk berfoto dan menikmati matahari terbit, dan lokasinya dekat dengan Pantai Atuh serta Diamond Beach.
Lokasi: Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida.
7. Banah Cliff Point

Foto: M. Abdallatif/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Banah Cliff Point belum seramai Kelingking, sehingga suasananya lebih tenang. Dari tebing kapur yang tinggi, pengunjung bisa memandang garis pantai berbukit dan batu karang berlubang alami yang berdiri di tengah laut.
Waktu terbaik datang adalah sore hari untuk menikmati matahari terbenam. Dari parkir masih perlu berjalan kaki sekitar 15 menit di jalur terjal. Fasilitas di lokasi sangat terbatas, jadi bawa air minum sendiri.
Lokasi: Banjar Salak, Desa Batumadeg, barat daya Nusa Penida.
8. Pura Goa Giri Putri

Foto: Sasuke shinozawa/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Pura ini berada di dalam gua kapur di ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut, dengan panjang gua sekitar 310 meter. Setelah menaiki sekitar 110 anak tangga, umat dan pengunjung masuk lewat mulut gua yang sempit sehingga harus sedikit membungkuk.
Begitu melewati celah itu, rongga gua terbuka sangat luas dan diperkirakan dapat menampung hingga 5.000 orang. Di dalamnya terdapat beberapa pelinggih, termasuk pelinggih Dewi Kwan Im yang mencerminkan akulturasi budaya. Pengunjung wajib berpakaian adat dan menjaga kesucian pura.
Lokasi: Dusun Karangsari, Desa Suana, pesisir timur Nusa Penida.
9. Peguyangan dan Tangga Biru

Foto: patargogo/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Meski sering disebut Air Terjun Peguyangan, tempat ini sebenarnya mata air suci di kaki tebing laut. Daya tarik utamanya adalah tangga biru berjumlah lebih dari 700 anak tangga yang menempel di dinding tebing, dengan pemandangan ombak Samudra Hindia di bawahnya.
Di dasar tangga terdapat Pura Segara Kidul yang digunakan untuk melukat atau pembersihan diri. Siapkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam pulang-pergi, kenakan kain dan selendang, serta tanyakan dulu kondisi jalur kepada petugas di atas.
Lokasi: Dekat Desa Batukandik, pesisir barat daya Nusa Penida.
10. Jembatan Kuning, Lembongan dan Ceningan

Foto: Juxlos/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jembatan gantung berwarna kuning ini menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Jembatan aslinya runtuh pada 16 Oktober 2016, lalu dibangun kembali dan diresmikan pada 31 Maret 2017. Panjangnya 138 meter dengan lebar 1,8 meter, khusus untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Dari jembatan terlihat selat dangkal yang dipenuhi budidaya rumput laut, mata pencaharian sebagian besar warga Ceningan. Setelah menyeberang, jelajahi jalan perbukitan Ceningan untuk menikmati senja dengan latar Bali daratan.
Lokasi: Selat antara Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida.
Tips berwisata ke Nusa Penida
Nusa Penida dicapai dengan kapal cepat dari Pelabuhan Sanur menuju Toyapakeh, sekitar 40 hingga 50 menit. Jalan di pulau berbukit dan berkelok, jadi gunakan sopir lokal bila belum terbiasa. Pilih satu sisi pulau per hari, barat untuk Kelingking dan Broken Beach, timur untuk Diamond Beach, Atuh, dan Goa Giri Putri. Berangkat pagi untuk menghindari ramai siang hari, pakai sepatu bersol kuat, dan jaga jarak dari tepi tebing yang tidak berpagar.
Wisatawan mancanegara wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing Rp150.000 per orang melalui lovebali.baliprov.go.id. Sejumlah objek wisata di Nusa Penida juga memungut retribusi masuk, dan besarannya bisa berubah, jadi cek informasi terbaru di lokasi.

