BALINEWS — Komedian sekaligus figur publik Oki Rengga ikut menyuarakan keprihatinannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia. Kedekatan emosional dengan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi salah satu alasan dirinya terdorong untuk menyampaikan kondisi kabut asap kepada publik.
Oki mengaku pernah tinggal di Palangka Raya selama satu tahun. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki ikatan tersendiri dengan daerah tersebut, sehingga kondisi kabut asap yang dilaporkan terjadi di sana menjadi perhatian baginya.
Dalam wawancara, Oki menceritakan bahwa beberapa hari sebelum wawancara, ia sempat merasa informasi yang diterimanya mengenai kondisi di lapangan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia kemudian menghubungi seorang temannya di Palangka Raya melalui WhatsApp untuk meminta rekaman video kondisi terkini.
Sekitar empat atau lima hari sebelum wawancara, Oki mengunggah video tersebut ke media sosialnya. Rekaman itu dimaksudkan untuk memperlihatkan kondisi kabut asap yang menurutnya sangat pekat.
“Tujuan saya hanya satu: siapa pun yang berwenang melihat kondisi tersebut, tolong segera ditangani. Kami tidak meminta yang muluk-muluk, cukup segera ditangani,” ujar Oki.
Kedekatan Emosional dengan Palangka Raya
Bagi Oki, menyuarakan persoalan karhutla bukan semata-mata tentang membagikan informasi yang sedang ramai diperbincangkan. Ada kedekatan personal yang membuatnya merasa perlu ikut menyampaikan kondisi yang terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya menjadi perhatian di Kalimantan. Dalam keterangannya, Oki juga menyebut wilayah lain seperti Papua dan Sumatera, bahkan kampung halamannya sendiri, sebagai daerah yang turut terdampak asap.
Kondisi tersebut mendorongnya untuk menggunakan media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menarik perhatian pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan.
Oki berharap informasi mengenai situasi di lapangan dapat menjadi perhatian serius sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Tak Mempermasalahkan Figur Publik yang Memilih Diam
Di tengah isu karhutla yang menjadi perhatian masyarakat, Oki juga menanggapi fenomena figur publik atau influencer yang dinilai jarang menyuarakan persoalan tersebut melalui media sosial.
Menurutnya, setiap orang memiliki kehidupan, pertimbangan, dan pilihan masing-masing. Karena itu, ia tidak ingin mempermasalahkan keputusan orang lain yang memilih untuk tidak ikut berbicara mengenai isu tertentu.
“Saya pribadi tidak terlalu memusingkan hal itu, yang terpenting bagi saya adalah tetap bersuara. Setiap orang tentu memiliki kehidupan dan pertimbangannya masing-masing,” katanya.
Oki mengaku pernah berada dalam fase ketika dirinya merasa tidak perlu mencampuri semua persoalan. Namun, ketika menilai suatu isu perlu disuarakan, ia memilih untuk menyampaikan pandangannya.
Baginya, yang terpenting adalah tujuan dari informasi yang dibagikan, yakni agar masyarakat mengetahui situasi yang terjadi dan pihak berwenang dapat segera mengambil langkah penanganan.
Mengaku Merasakan Penurunan Jumlah Penonton Story
Oki turut menanggapi dugaan pembatasan konten di media sosial yang dikaitkan dengan pembicaraan mengenai karhutla. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah pembatasan tersebut benar-benar terjadi.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa jumlah penonton atau viewer pada fitur Story media sosialnya belakangan terasa menurun drastis.
Ketika ditanya apakah penurunan tersebut berkaitan dengan unggahannya mengenai karhutla, Oki menegaskan bahwa dirinya tidak dapat memastikan penyebabnya.
“Dampaknya memang terasa, tetapi apakah itu benar-benar karena isu Karhutla, saya tidak tahu persis. Mudah-mudahan tidak sampai ada pembatasan seperti itu,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut merupakan pengamatan pribadi Oki. Belum ada kepastian dari keterangannya bahwa penurunan jumlah penonton Story disebabkan oleh pembatasan konten terkait karhutla.
Ia juga menanggapi isu mengenai dugaan pembatasan pencarian kata kunci tertentu, termasuk “orangutan”. Namun, ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti kebenaran informasi tersebut.
Menurut Oki, penyampaian informasi mengenai kondisi yang membutuhkan perhatian seharusnya dapat menjadi dorongan agar persoalan segera ditangani.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki tuntutan berlebihan. Apabila persoalan sudah ditangani dan diselesaikan dengan baik, tujuan menyampaikan informasi tersebut telah tercapai.
Melalui unggahannya, Oki berharap kondisi kabut asap yang disaksikannya melalui rekaman dari Palangka Raya dapat memperoleh perhatian dari pihak terkait. Ia ingin informasi yang disampaikan melalui media sosial tidak berhenti sebagai perbincangan publik, tetapi turut mendorong respons terhadap persoalan karhutla.

