Keindahan Bali tidak berhenti di garis pantai. Di bawah permukaan lautnya terbentang terumbu karang, kawanan ikan karang berwarna-warni, pari manta yang datang untuk dibersihkan, hingga bangkai kapal peninggalan Perang Dunia II yang kini menjadi rumah bagi ratusan jenis ikan. Sebagian titik bisa dinikmati hanya dengan berjalan masuk dari bibir pantai, sementara yang lain menuntut perjalanan dengan perahu dan pendamping pemandu selam berpengalaman.
Berikut 10 spot snorkeling dan diving terbaik di Bali, dimulai dari perairan tenang Sanur dan Tanjung Benoa di selatan, menyeberang ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida, menyusuri pesisir timur Karangasem dari Padangbai hingga Tulamben, lalu berakhir di Pulau Menjangan di ujung barat laut pulau. Simak juga tips menjelajah bawah laut dengan aman di bagian akhir artikel.
1. Pantai Sanur

Foto: Aspere/Wikimedia Commons (CC0)
Pantai Sanur dikenal dengan ombaknya yang sangat tenang dan perairannya yang cenderung dangkal, sehingga laman Love Bali milik Pemprov Bali menyebutnya sangat cocok bagi pemula yang ingin mencoba snorkeling maupun menyelam. Ketenangan itu berkat terumbu karang di lepas pantai yang memecah ombak sebelum mencapai bibir pantai dan membentuk laguna dangkal. Untuk melihat karang dan ikan yang lebih beragam, wisatawan biasanya menumpang jukung ke terumbu luar yang berjarak sekitar 500 meter hingga satu kilometer dari pantai, perjalanan sekitar 10 sampai 15 menit. Pilih waktu saat air pasang agar tidak menginjak karang, dan kenakan alas kaki karena bulu babi kerap ditemukan di area dangkal. Sanur juga dijuluki pantai matahari terbit, jadi sesi snorkeling pagi bisa diawali dengan menyaksikan fajar.
Lokasi: Kawasan Pantai Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
2. Tanjung Benoa

Foto: Christophe95/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali. Selain banana boat dan parasailing, kawasan ini menawarkan snorkeling, scuba diving, hingga seawalker, ditambah pelayaran ke Pulau Penyu, tempat penangkaran kura-kura, ular, jalak bali, dan satwa lainnya. Karang laut di depan pantainya masih lestari, sehingga ombak pecah di luar sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di perairan ini dikenal istilah "laut dangkal" dan "laut dalam". Menurut laman resmi Kecamatan Kuta Selatan, aktivitas wahana air di Tanjung Benoa sangat bergantung pada pasang surut: saat dipengaruhi bulan mati (tilem), atraksi laut biasanya baru bisa dimulai menjelang siang, sedangkan saat purnama kegiatan bisa dimulai sejak pagi. Tanyakan kondisi hari itu kepada operator sebelum memesan.
Lokasi: Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
3. Mangrove Point, Nusa Lembongan

Foto: rheins/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Titik ini berada di depan hutan mangrove di sisi utara Pulau Nusa Lembongan. Menurut PADI, hutan bakau tersebut memasok nutrien bagi salah satu terumbu karang paling sehat di kawasan Nusa Penida. Lereng bawah lautnya menurun landai dari kedalaman sekitar 10 hingga 25 meter dan tertutup beragam jenis karang, dengan penyu yang kerap terlihat. Mangrove Point cocok untuk penyelam dari semua tingkat sertifikasi dan disebut sebagai salah satu spot snorkeling terbaik di wilayah Nusa Penida. Karena dikenal sebagai lokasi drift dive yang mengikuti arus, ikuti arahan pemandu dan jangan berenang menjauh dari perahu. Nusa Lembongan dicapai dengan menyeberang dari daratan Bali, misalnya dari Pelabuhan Sanur.
Lokasi: Sisi utara Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
4. Crystal Bay, Nusa Penida

Foto: Magul/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Teluk di pantai barat Nusa Penida ini terkenal dengan airnya yang jernih dan pulau karang kecil di tengah teluk. Perlengkapan snorkeling bisa disewa di warung-warung di tepi pantai, dan di perairan dangkalnya wisatawan berpeluang melihat penyu, ikan karang, serta karang yang sehat. Bagi penyelam, Crystal Bay termasyhur sebagai salah satu tempat terbaik di Bali untuk bertemu mola mola atau ikan matahari, yang biasanya muncul pada Juli hingga Oktober di kedalaman 20 sampai 30 meter. Arus bisa menguat ke arah luar teluk, jadi masuklah dari bagian tengah pantai yang berpasir, jangan berenang melewati barisan perahu yang berlabuh, dan jangan mencoba berenang ke pulau karang. Pagi hari adalah waktu terbaik karena air lebih tenang dan perahu belum ramai.
Lokasi: Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
5. Manta Point, Nusa Penida

Foto: Tilonaut/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Di lepas pantai barat daya Nusa Penida, pari manta karang datang ke sebuah "stasiun pembersihan", tempat ikan-ikan kecil memakan parasit dan kulit mati di tubuh mereka. Karena pari naik hingga beberapa meter di bawah permukaan, perenang snorkel dan penyelam bisa menyaksikan satwa yang sama. Lokasinya terbuka ke laut lepas dan kerap berombak, sehingga keberangkatan pagi lebih disarankan. Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida seluas 20.057 hektare ini juga padat kunjungan: patroli drone pada September 2025 mencatat 74 perahu di Manta Point dan 11 pelanggaran berupa perahu menurunkan atau menjemput tamu dalam radius 50 meter dari stasiun pembersihan. Jangan menyentuh pari manta dan jaga jarak sekitar tiga meter. Pada musim hujan, terutama Desember, perairan ini juga kerap kedatangan sampah kiriman, menurut UPTD Kawasan Konservasi Perairan Bali.
Lokasi: Perairan barat daya Pulau Nusa Penida, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
6. Blue Lagoon, Padangbai

Foto: FBilula/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)
Pantai kecil di sisi timur Padangbai ini, yang oleh masyarakat setempat juga disebut Pantai Baong Pengu, menjadi salah satu spot diving dan snorkeling terbaik di Karangasem. Bendesa Adat Padangbai I Komang Nuriada menuturkan bahwa sebagian karang di bawah lautnya berbentuk seperti terasering alami, dan wisatawan bisa melihat penyu serta beragam ikan hias. Desa adat setempat juga menanam terumbu karang untuk memperindah panorama bawah lautnya. Pada foto, Blue Lagoon adalah teluk kecil berpasir putih di kanan bawah, di balik tanjung Teluk Padangbai.
Lokasi: Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
7. Gili Mimpang dan Gili Tepekong, Candidasa

Foto: Jean-François Capdet/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Dari pantai Candidasa terlihat pulau-pulau karang kecil yang menyembul dari laut. Gili Mimpang, yang juga disebut Batu Tiga karena terdiri atas tiga batu besar dan enam batu yang lebih kecil, dapat dicapai sekitar 10 menit dengan perahu. Perairannya dikenal sebagai lokasi menyelam bersama hiu karang sirip putih, dengan jarak pandang yang kerap mencapai sekitar 30 meter, dan pada Agustus hingga Oktober penyelam juga berburu kesempatan bertemu mola mola. Gili Tepekong, pulau terbesar di Teluk Amuk, memiliki titik selam Blue Hole dan Canyon yang berarus kuat. Kawasan ini lebih cocok untuk penyelam bersertifikat dan berpengalaman, bukan untuk snorkeling santai. Ikuti keputusan pemandu jika arus dinilai terlalu kuat.
Lokasi: Lepas pantai Candidasa, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem.
8. Amed dan Teluk Jemeluk

Foto: Ch cat/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Amed adalah deretan kampung nelayan sepanjang sekitar 14 kilometer di bawah bayang-bayang Gunung Agung, dari Culik dan Jemeluk hingga Lipah, Banyuning, Selang, dan Aas. Pemerintah Kabupaten Karangasem menyebut Jemeluk–Amed sebagai primadona wisata bahari bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara berkat terumbu karang dan beragam ikan hias, ditambah kehidupan nelayan dan pembuatan garam tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri. Di Teluk Jemeluk, terumbu dangkal dekat pantai berlanjut ke dinding karang yang lebih dalam, lengkap dengan patung-patung yang ditenggelamkan dan kerap disebut "pura bawah laut". Tak jauh dari sana, di Banyuning, terdapat bangkai kapal yang dikenal sebagai Japanese Wreck di kedalaman sekitar 2 hingga 12 meter. Sebagian besar titik bisa dicapai langsung dari pantai atau dengan jukung.
Lokasi: Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.
9. Tulamben dan Kapal Karam USAT Liberty

Foto: Tilonaut/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Bangkai kapal USAT Liberty adalah alasan utama penyelam datang ke Tulamben. Kapal kargo milik Amerika Serikat ini dihantam torpedo kapal selam Jepang di Selat Lombok pada 11 Januari 1942, lalu gagal ditarik ke Singaraja dan akhirnya didamparkan di pantai Tulamben. Letusan Gunung Agung pada 1963 mendorong kapal itu ke laut, dan kini ia terbaring di lereng berpasir hitam pada kedalaman sekitar 6 hingga 30 meter, diselimuti karang dan spons. Pemerintah Kabupaten Karangasem mencatat perairan Tulamben jernih sepanjang tahun dengan arus yang tenang, dan diperkirakan sekitar 400 spesies ikan karang menghuni kapal karam tersebut. Saat musim ramai, kunjungan bisa mencapai sekitar 200 wisatawan per hari, meski menurut Kepala Desa Tulamben I Nyoman Pica jumlahnya bergantung pada kondisi laut.
Lokasi: Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
10. Pulau Menjangan

Foto: Winsonchu95/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Pulau kecil sekitar 10 kilometer di lepas pantai barat laut Bali ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat, dan snorkeling serta diving menjadi kegiatan utama di zona pemanfaatannya. Namanya berasal dari kata menjangan atau rusa, dan sabana pulau ini memang menjadi habitat alami rusa. Menjangan disebut sebagai tempat kegiatan menyelam di Bali mulai digeluti secara serius sekitar 1978 dan dikenal memiliki wall diving terbaik di Bali, dengan dinding karang yang menukik hingga hampir 60 meter. Balai Taman Nasional Bali Barat mencatat delapan titik diving dan snorkeling di sekitar pulau, dengan dua pintu masuk resmi di Labuan Lalang dan Banyuwedang. Di pulau ini juga berdiri Pura Gili Kencana, Pura Segara Giri, dan Pura Klentingsari yang masih aktif digunakan, jadi jagalah sikap dan pakaian.
Lokasi: Pulau Menjangan, Taman Nasional Bali Barat, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Tips menjelajah bawah laut dengan aman
Oktober adalah masa peralihan menuju musim hujan. Jarak pandang di bawah laut umumnya paling baik pada musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, dan bisa berkurang pada November sampai Maret. Pilih keberangkatan pagi saat laut biasanya lebih tenang, gunakan operator dan pemandu yang tepercaya, kenakan pelampung bila belum mahir, dan jangan ragu membatalkan jika ombak atau arus dinilai berbahaya. Jangan menginjak atau menyentuh karang, jangan mengejar atau menyentuh satwa laut, dan gunakan tabir surya yang ramah terumbu karang.
Di sejumlah kawasan seperti Nusa Penida berlaku retribusi jasa usaha kelautan, jadi bayarlah hanya kepada petugas atau loket resmi dan minta tanda bukti. Wisatawan mancanegara juga wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing sebesar Rp150.000 per orang melalui lovebali.baliprov.go.id. Pemprov Bali memberlakukan sistem ganjil-genap dan pembatasan pengisian BBM di SPBU pada 17–19 Oktober 2026, dengan batas 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk sepeda motor. Pastikan kondisi perjalanan terkini sebelum berangkat, terutama ke tujuan yang jauh seperti Tulamben, Amed, dan Pulau Menjangan. Harga, jadwal penyeberangan, dan fasilitas di tiap lokasi dapat berubah, sehingga sebaiknya cek informasi terbaru kepada pengelola atau operator.

