Slot Header 970×90

Lifestyle

10 Tanda Tikus Bersarang di Rumah, Apa Saja?

Oleh Kadek Surya Wirawan · Reporter Denpasar

19 Januari 2026 pukul 09.58 WITA · 2 menit baca

BALINEWS.ID – Keberadaan tikus di dalam rumah sering kali tidak langsung disadari. Hewan pengerat ini dikenal aktif pada malam hari dan kerap baru terdeteksi s…
BALINEWS.ID – Keberadaan tikus di dalam rumah sering kali tidak langsung disadari. Hewan pengerat ini dikenal aktif pada malam hari dan kerap baru terdeteksi s… — BaliNews.id

BALINEWS.ID – Keberadaan tikus di dalam rumah sering kali tidak langsung disadari. Hewan pengerat ini dikenal aktif pada malam hari dan kerap baru terdeteksi setelah muncul bau tak sedap, kotoran, atau suara mencurigakan dari balik dinding dan plafon.

Meski telah dilakukan upaya pembasmian, sebagian warga masih ragu apakah tikus benar-benar sudah pergi. Untuk memastikan kondisi rumah tetap aman dan sehat, berikut 10 tanda keberadaan tikus yang perlu diwaspadai.

1. Adanya kotoran tikus

Kotoran tikus biasanya berwarna gelap dan lembap saat masih baru, lalu mengering dan berubah keabu-abuan seiring waktu. Kotoran ini sering ditemukan di sekitar makanan, lemari dapur, laci, bawah wastafel, area tersembunyi, serta sepanjang dinding. Jika jumlahnya banyak, sarang tikus kemungkinan berada di dekat lokasi tersebut.

2. Bekas gigitan pada barang atau kemasan

Tikus memiliki kebiasaan menggerogoti benda keras. Bekas gigitan baru tampak lebih terang dan akan menggelap seiring waktu. Bekas kecil umumnya berasal dari mencit, sedangkan bekas lebih besar menandakan tikus.

3. Perilaku hewan peliharaan tidak biasa

Kucing dan anjing sering menunjukkan reaksi aneh saat mencium keberadaan tikus. Mereka bisa terlihat gelisah, sering mencakar sudut tertentu, atau fokus pada area yang sebelumnya tidak menarik perhatian.

4. Jejak dan jalur pergerakan

Tikus biasanya bergerak mengikuti jalur tertentu, terutama di sepanjang dinding. Aktivitas ini dapat meninggalkan jejak berupa noda, bekas kaki, kotoran, atau urine.

5. Ditemukannya sarang tikus

Sarang tikus umumnya terbuat dari kertas sobek, kain, atau material tanaman kering. Lokasinya tersembunyi namun dekat sumber makanan dan air.

6. Suara berisik pada malam hari

Bunyi garukan, langkah cepat, atau decitan samar sering terdengar saat malam hari, terutama dari dalam dinding, plafon, bawah lantai, atau area dapur.

7. Bau urine yang menyengat

Tikus sering buang air kecil di area yang sama. Dalam jangka waktu tertentu, hal ini menimbulkan bau tidak sedap di dalam rumah.

8. Aroma amonia yang kuat

Jika rumah tercium bau menyerupai amonia atau popok bayi, hal ini menandakan tikus masih aktif. Aroma ini berbeda dengan bau bangkai tikus mati yang lebih tajam.

9. Munculnya reaksi alergi

Bulu dan kotoran tikus dapat memicu alergi atau memperparah asma. Jika keluhan kesehatan muncul tanpa sebab jelas, keberadaan tikus patut dicurigai.

10. Aktivitas tikus terlihat pada siang hari

Jika tikus mulai terlihat pada siang hari atau ditemukan banyak kotoran baru dan bekas gigitan segar, hal tersebut menandakan infestasi sudah cukup besar dan memerlukan penanganan serius.

Warga diimbau menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menutup celah dan lubang masuk sebagai langkah awal pencegahan agar tikus tidak bersarang dan berkembang biak di dalam rumah. (*)

Kadek Surya Wirawan

Reporter yang berbasis di Denpasar, fokus pada isu perkotaan.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.