Selain pantai dan pura, Bali punya banyak tempat untuk mengenal satwa dan alam liarnya dari dekat. Ada hutan kera yang menyatu dengan pura, taman burung, kebun binatang, hingga taman nasional yang menjadi rumah terakhir jalak bali di alam.
Berikut 10 wisata satwa dan alam liar di Bali yang seru untuk keluarga, lengkap dengan lokasinya, serta tips berkunjung dengan aman di akhir artikel.
1. Monkey Forest Ubud

Foto: Jakub Hałun/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Mandala Suci Wenara Wana, yang lebih dikenal sebagai Monkey Forest Ubud, adalah hutan suci milik Desa Adat Padangtegal. Ratusan kera ekor panjang hidup bebas di antara pohon besar, jalan setapak berlumut, dan patung batu.
Di dalam kawasan terdapat beberapa pura, termasuk Pura Dalem Agung Padangtegal. Pengunjung bisa menyaksikan kera bermain, merawat bulu, dan mengasuh anak. Simpan kacamata, topi, dan makanan karena kera di sini terkenal lincah mengambil barang.
Lokasi: Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, Kabupaten Gianyar.
2. Hutan Kera Sangeh

Foto: Fcsapiens/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Sangeh dikenal dengan hutan pohon pala yang menjulang tinggi dan rapat, mengelilingi Pura Pucak Bukit Sari. Suasananya teduh dan lebih tenang dibanding Ubud, cocok untuk keluarga yang ingin berjalan santai di bawah rindangnya pepohonan.
Kera di Sangeh hidup berkelompok di sekitar pura dan sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Ikuti arahan pemandu setempat dan jangan memancing kera dengan makanan atau barang berkilau.
Lokasi: Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.
3. Alas Kedaton

Foto: Juan Antonio Segal/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Alas Kedaton adalah hutan kecil yang dikeramatkan, dengan Pura Dalem Kahyangan Kedaton di tengahnya. Selain kawanan kera ekor panjang, pohon-pohon tinggi di kawasan ini juga menjadi tempat bergelantungan kelelawar buah besar.
Tempat ini sering dikunjungi dalam satu rute dengan Pura Taman Ayun dan Tanah Lot karena lokasinya searah. Hutan ini juga menjadi tempat tradisi Mapeed saat piodalan pura, ketika warga berarak membawa sesajen.
Lokasi: Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.
4. Bali Bird Park

Foto: Lasthib/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
Bali Bird Park adalah taman burung dengan koleksi ratusan spesies dari Indonesia dan berbagai belahan dunia. Taman tropisnya dibagi per zona, dengan kandang besar yang bisa dimasuki pengunjung sehingga burung terlihat dari jarak dekat.
Anak-anak biasanya senang melihat burung kakaktua, makaw, rangkong, dan jalak bali. Ada pula pertunjukan burung terjadwal serta sesi memberi makan. Lokasinya bersebelahan dengan taman reptil, jadi keduanya mudah dikunjungi dalam satu hari.
Lokasi: Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Kabupaten Gianyar.
5. Bali Safari Park

Foto: Walter Lim/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)
Bali Safari Park (dulu Bali Safari and Marine Park) adalah taman satwa berkonsep safari yang menampung satwa dari Indonesia, India, dan Afrika. Pengunjung berkeliling dengan kendaraan khusus melewati area satwa yang dibuat menyerupai habitat aslinya.
Selain tur safari, ada area bermain anak, pertunjukan satwa, dan program malam hari pada waktu tertentu. Kawasannya luas, jadi sisihkan waktu setengah hari dan cek jadwal pertunjukan di situs resminya sebelum berangkat.
Lokasi: Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Serongga, Kabupaten Gianyar.
6. Bali Zoo

Foto: Ossi Petruska/Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.0)
Bali Zoo adalah kebun binatang di Singapadu dengan taman yang rimbun dan jalur jalan kaki yang ramah anak. Koleksinya mencakup satwa khas Indonesia seperti orangutan dan harimau sumatra, serta berbagai burung, reptil, dan mamalia lain.
Kebun binatang ini menawarkan pengalaman interaktif seperti sesi memberi makan dan bertemu satwa bersama penjaga. Jenis program dan jadwalnya bisa berubah, jadi pastikan lewat kanal resmi Bali Zoo sebelum datang.
Lokasi: Jalan Raya Singapadu, Singapadu, Sukawati, Kabupaten Gianyar.
7. Taman Nasional Bali Barat

Foto: Rolandandika/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Taman Nasional Bali Barat melindungi hutan musim, savana, mangrove, dan perairan di ujung barat Pulau Bali. Kawasan ini adalah habitat alami jalak bali, burung endemik berbulu putih dengan kulit biru di sekitar mata yang sangat terancam punah.
Wisatawan bisa trekking bersama pemandu resmi, mengamati burung, atau menyeberang ke Pulau Menjangan untuk snorkeling. Kegiatan di dalam taman nasional memerlukan izin dari pengelola, yang bisa diurus di kantor taman nasional.
Lokasi: Kabupaten Buleleng dan Jembrana, dekat Gilimanuk dan Labuan Lalang.
8. Lumba-lumba Lovina

Foto: Michelle Maria/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)
Perairan Lovina di Bali utara terkenal dengan kawanan lumba-lumba liar yang sering muncul di pagi hari. Wisatawan berangkat dengan jukung, perahu tradisional bercadik, sekitar matahari terbit untuk melihat lumba-lumba melompat di laut lepas.
Karena lumba-lumba di sini hidup bebas, kemunculannya tidak bisa dijamin. Pilih operator yang menjaga jarak dan tidak mengejar kawanan. Setelah tur, nikmati sarapan di sekitar Pantai Kalibukbuk yang tenang.
Lokasi: Pantai Lovina, Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng.
9. Taman Kupu-kupu Kemenuh

Foto: Lasthib/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Kemenuh Butterfly Park adalah taman kupu-kupu di Gianyar yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Kupu-kupu beterbangan bebas di antara tanaman bunga, sehingga pengunjung bisa melihat warna dan corak sayapnya dari dekat.
Taman ini cocok untuk anak-anak yang ingin belajar tentang siklus hidup kupu-kupu, dari ulat dan kepompong hingga dewasa. Datanglah pagi hari saat cuaca cerah, ketika kupu-kupu paling aktif. Lokasinya juga dekat Air Terjun Tegenungan.
Lokasi: Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
10. Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai

Foto: CEphoto, Uwe Aranas/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
Taman Hutan Raya Ngurah Rai adalah kawasan hutan mangrove yang membentang di sekitar Teluk Benoa, di antara Denpasar dan Badung selatan. Jalur kayu di atas air memudahkan pengunjung berjalan di tengah rimbunnya bakau.
Saat air surut, kepiting dan ikan glodok terlihat di lumpur, sementara burung air mencari makan di sekitarnya. Tempat ini cocok untuk wisata edukasi tentang peran mangrove dalam melindungi pesisir Bali dari abrasi.
Lokasi: Kawasan Teluk Benoa, Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Tips berwisata satwa dengan aman dan bertanggung jawab
Jangan memberi makan, menyentuh, atau menatap langsung kera liar, dan simpan barang kecil seperti kacamata atau anting di dalam tas tertutup. Ikuti selalu arahan petugas dan pemandu setempat.
Pilih tempat dan operator yang menghormati kesejahteraan satwa, tidak memaksa satwa tampil, dan menjaga jarak dengan satwa liar. Hindari lampu kilat saat memotret.
Jam buka, harga tiket, dan jadwal pertunjukan bisa berubah, jadi cek situs atau media sosial resmi tiap tempat sebelum berangkat. Bawa air minum, tabir surya, dan obat antinyamuk, terutama untuk anak-anak.
Wisatawan mancanegara juga wajib membayar Pungutan Wisatawan Asing sebesar Rp150.000 per orang saat berkunjung ke Bali.

