27 Tahun Tertutup Tanaman, TNI dan Masyarakat Normalisasi Danau Yeh Malet

Danau Yeh Malet di Desa Angantelu, Kabupaten Karangasem. (Foto: Istimewa)
Danau Yeh Malet di Desa Angantelu, Kabupaten Karangasem. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, BALINEWS.ID – Setelah bertahun-tahun tertutup gulma dan enceng gondok hingga menyerupai daratan, Danau Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, kini telah dibersihkan dan kembali seperti semula. Transformasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan warga yang melakukan normalisasi selama sekitar dua bulan.

Kepala Penerangan Korem 163/Wira Satya, I Dewa Putu Oka, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kesepakatan dan partisipasi aktif masyarakat setelah dilakukan sosialisasi.

“Selama 27 tahun kawasan ini tertutup lumpur dan gulma, padahal memiliki sumber mata air. Setelah dibersihkan, mata air kembali muncul dan debit air meningkat,” ujarnya saat kegiatan silaturahmi bersama awak media di Aula Korem 163/Wira Satya, Rabu (29/4/2026).

BACA JUGA :  Prabowo Sebut Bill Gates akan Temui Dirinya untuk Dukung Program MBG

Kini, keberadaan danau Yeh Malet mulai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengairan lahan pertanian hingga aktivitas rekreasi seperti memancing dan bermain air.

Potensi pengembangan kawasan ini sebagai destinasi ekowisata berbasis lingkungan pun mulai dilirik.

Meski belum ditetapkan secara resmi, Yeh Malet kerap disebut sebagai danau kelima di Bali. Selama ini, Pulau Dewata dikenal memiliki empat danau utama, yakni Danau Batur, Danau Beratan, Danau Buyan, dan Danau Tamblingan.

BACA JUGA :  Cliff at CANNA Launches “Anatomy of the Archipelago,” A Culinary and Cocktail Journey Through Indonesia’s Heritage

“Kalau melihat kondisinya sekarang, ini sudah seperti danau. Namun, untuk penetapan resmi tentu bukan kewenangan kami,” tambahnya.

Selain memperindah lanskap, keberadaan danau ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi tampungan air alami, serta menghadirkan habitat baru bagi flora dan fauna di kawasan timur Bali. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

Breaking News

Baca Lainnya