TABANAN, BALINEWS.ID – Suasana senja di Banjar Tibu Dalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, tampak berbeda pada Jumat (26/12/2025).
Sejumlah anak-anak dengan penuh antusias bermain gangsing yang biasa disebut Megangsingan. Tradisi lokal mengangsingan adalah sebuah permainan tradisional khas Bali yang kini mulai jarang ditemui.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gempuran permainan digital, anak-anak Banjar Tibu Dalem justru menunjukkan semangat luar biasa untuk mengenal serta menjaga warisan budaya leluhur. Dengan mengenakan pakaian sederhana, mereka berkumpul memainkan gangsing secara bergiliran.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang bermain, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya sejak dini. Anak-anak diajak memahami nilai kebersamaan, sportivitas, serta filosofi yang terkandung dalam tradisi Megangsingan, yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Bali.
Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal kepada generasi muda.
“Ini adalah salah satu upaya pelestarian tradisi yang tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar, melainkan dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang melibatkan anak-anak di lingkungan banjar,” ujarnya.
Melalui kegiatan Megangsingan Banjar Tibu Dalem membuktikan bahwa budaya lokal masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Diharapkan, tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Bali, khususnya generasi muda. (*)

