Angkat Isu Kerusakan Alam, Begini Desain Ogoh-Ogoh Banjar Tainsiat

Ogoh-Ogoh STYSB Banjar Tainsiat (sumber foto: IG/Keduxgarage)

DENPASAR, BALINEWS.ID – Hari Raya Nyepi masih beberapa bulan lagi, namun sejumlah banjar di Bali sudah mulai mempersiapkan ogoh-ogoh yang nantinya akan diarak saat malam pengerupukan. Aktivitas ini menandai dimulainya denyut kreativitas jelang pergantian Tahun Caka.

Pawai ogoh-ogoh memang selalu menjadi momen yang paling dinantikan masyarakat. Salah satu yang kerap mencuri perhatian adalah karya dari Banjar Tainsiat, Denpasar. Banjar ini dikenal konsisten menghadirkan ogoh-ogoh dengan sentuhan teknologi, khususnya sistem gerak mekanis yang membuat karyanya tampil lebih hidup dari tahun ke tahun.

Untuk Nyepi Caka 1948 tahun 2026, sang undagi ogoh-ogoh Banjar Tainsiat, Kedux, membagikan ilustrasi karya terbarunya melalui akun Instagram pribadinya. Tahun ini, Banjar Tainsiat mengangkat tema besar mengenai isu kerusakan lingkungan, sebuah topik yang dinilai semakin relevan.

BACA JUGA :  Video Joged Erotis Viral Lagi, Satpol PP Panggil Gek Wi

Sepanjang tahun 2025, berbagai bencana alam terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Denpasar sendiri sempat dilanda banjir pada 10 September 2025. Kondisi tersebut menjadi refleksi akan dampak nyata dari ketidakseimbangan alam yang terus terjadi.

Dalam ilustrasi yang dibagikan, Kedux menampilkan sosok gajah putih yang sarat makna. Ia juga memperkenalkan akronim “G.A.J.A.H” yang merupakan singkatan dari Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup. Akronim sederhana ini menjadi simbol kritik terhadap pola hidup manusia modern yang kerap mengabaikan harmoni dengan alam.

Melalui keterangan unggahannya, Kedux tidak sekadar memperkenalkan visual ogoh-ogoh, tetapi juga menyampaikan pesan filosofis yang mendalam. Ia menggambarkan keresahan atas eksploitasi alam, sekaligus harapan akan hadirnya kesadaran kolektif untuk menjaga bumi. Pesan tersebut dituangkannya dalam narasi sebagai berikut:

“Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian rapuh, eksploitasi hutan merajalela atas nama pembangunan yang megah, kita sebenarnya sedang meruntuhkan atap alamiah yang selama ini melindungi kita. Kehidupan yang kita bangun di atas puing-puing hutan hanyalah fatamorgana, sebuah monumen keserakahan yang merampas hak dasar setiap makhluk untuk hidup bebas.
Di balik kabut rimba yang kian menipis, terdengarlah deru langkah sang Penjaga Agung.

BACA JUGA :  Liburan Ini Mau ke Mana?

Langkah kakinya tidak hadir untuk menghancurkan, melainkan untuk merajut kembali luka-luka tanah yang gersang. Di setiap jejak yang ia tinggalkan, terdapat doa bagi kehidupan dan menjadi rahim kecil yang menampung air mata hujan demi menghidupi semesta yang haus. Kini, aku berdiri menjadi saksi.

Hijau hutan telah luruh menjadi kelabu yang kaku. Napas dunia terasa tercekik oleh deretan gedung-gedung beton yang dingin. Kehadirannya, adalah simbol pengingat bagi kita semua: bahwa kekuatan sejati tidak digunakan untuk menguasai atau menaklukkan, melainkan untuk menjaga dan melindungi setiap kehidupan yang berdenyut di atas tanah pertiwi, Karya ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap alam dan satwa hutan yang kini terpaksa berjalan di antara reruntuhan peradaban manusia.

BACA JUGA :  Dua Pencuri asal NTT Ditangkap Polisi, Polres Karangasem Hadiahi Timah Panas

Mari kita sambut karya ini sebagai ajakan untuk melestarikan tradisi yang ada, tanpa pernah luput untuk tetap menjaga alam. Ingatlah satu pesan yang menggema: G.A.J.A.H Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup!” Tulisnya.

Ogoh-ogoh menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak bisa dipisahkan dari kepedulian terhadap lingkungan. Banjar Tainsiat membuktikan bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar tontonan malam pengerupukan, melainkan media edukasi, refleksi, dan ajakan kolektif untuk menjaga kehidupan. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan pentingnya pembentukan pendidikan karakter sejak dini saat melakukan kunjungan...
GLOBAL, BALINEWS.ID - Dunia perfilman Korea Selatan berduka. Aktor senior Ahn Sung Ki dilaporkan meninggal dunia pada Senin...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Pemerintah resmi memberikan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji hingga Rp10...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad Surya Fajar Irawan (37), korban...