KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung meningkatkan kewaspadaan dini untuk mengantisipasi potensi penyebaran Influenza tipe A (H3N2) yang menyebabkan SuperFlu menyusul adanya surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Langkah kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. Gusti Ayu Ratna Dwijawati lmenjelaskan, pihaknya telah menindaklanjuti Surat Dinas Kesehatan Provinsi Bali Nomor B.11.400.7.8.3/580/P2P/DISKES tertanggal 7 Januari 2026 tentang kewaspadaan kasus Influenza A, serta surat dari Direktorat Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor TL.02.04/C.III/4/2026 tanggal 5 Januari 2026.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kami telah melakukan koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Selain itu, surat edaran juga telah kami keluarkan sebagai tindak lanjut arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Kewaspadaan dini tersebut juga merujuk pada hasil pemeriksaan sequencing influenza yang dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan, sebagaimana tertuang dalam surat Kepala Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Nomor TL.02.04/B.IX.2/7/2026 tanggal 2 Januari 2026. Berdasarkan hal tersebut, Dinkes Klungkung menilai perlu adanya langkah pencegahan dan pengendalian Influenza tipe A secara lebih intensif di wilayah Kabupaten Klungkung.
Sejumlah upaya telah disiapkan, di antaranya dengan meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan melakukan pemantauan kasus Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), serta ISPA dan pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Selain itu, kemampuan tenaga kesehatan dan klinisi dalam deteksi dini dan respons kasus juga ditingkatkan dengan memaksimalkan fasilitas penunjang di puskesmas dan rumah sakit.
“Setiap temuan kasus wajib dilaporkan secara berjenjang, termasuk langkah penanggulangan yang dilakukan,” tegasnya.
Dinas Kesehatan juga mengintensifkan promosi kesehatan kepada masyarakat melalui optimalisasi media komunikasi, baik sosial maupun daring. Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala influenza berat atau memburuk, seperti demam tinggi, sesak napas, atau kelelahan ekstrem. Individu yang mengalami gejala flu juga diimbau membatasi kontak dengan orang lain dan beristirahat di rumah guna mencegah penyebaran penyakit.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Klungkung dr. Ida Ayu Megawati menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyiagakan tim Unit Gawat Darurat (UGD) dan tim pelayanan sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
“Kesiapsiagaan tim sudah kami informasikan. Ruang isolasi juga telah tersedia, karena sesuai standar setiap rumah sakit wajib menyediakan minimal 10 persen dari jumlah tempat tidur untuk ruang isolasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan kasus Influenza A di RSUD Klungkung dan berharap kondisi tersebut dapat terus terjaga. (*)


