Slot Header 970×90

Antrean BBM Bali Belum Terurai, Polisi Amankan Lima Terduga Penimbun

Oleh Fery Fadli · null

15 Oktober 2026 pukul 23.04 WITA · 2 menit baca

Antrean BBM Bali Belum Terurai, Polisi Amankan Lima Terduga Penimbun

DENPASAR, BALINEWS – Antrean bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mendorong Pemerintah Provinsi Bali dan Polda Bali memperkuat koordinasi untuk mempercepat distribusi dan menjaga pelayanan kepada masyarakat. Di tengah persoalan tersebut, polisi mengungkap telah mengamankan lima orang yang diduga menimbun BBM untuk dijual kembali secara eceran menggunakan botol.

Koordinasi penanganan antrean BBM dibahas dalam kunjungan perdana Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce kepada Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (15/10/2026).

Pasma menyatakan kesiapan jajarannya mendukung langkah Pemprov Bali dalam memperlancar distribusi BBM. Dukungan dilakukan melalui pengawalan truk tangki Pertamina dari Depot Manggis menuju wilayah distribusi serta penyiagaan personel kepolisian di lapangan untuk membantu kelancaran pelayanan di SPBU.

Selain mengawal distribusi, Polda Bali juga melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM. Lima orang telah diamankan karena diduga menimbun BBM untuk dijual kembali secara eceran menggunakan botol. Namun, rincian identitas dan status hukum kelima orang tersebut belum disampaikan dalam informasi yang tersedia.

Gubernur Koster mengatakan kebutuhan BBM di wilayah Denpasar dan Badung mencapai sekitar satu juta liter per hari. Tingginya permintaan turut dipengaruhi masyarakat yang kembali mengisi BBM setelah sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh pasokan.

Koster berharap antrean mulai berkurang pada Kamis (15/10). Namun, hasil pemantauannya di sejumlah SPBU menunjukkan masih ada lokasi yang belum mampu memberikan pelayanan secara optimal.

Persoalan antrean BBM juga diwarnai beredarnya video dugaan praktik pembelian BBM menggunakan botol plastik di SPBU Kunti, Jalan Kunti I, Seminyak, Kuta, Badung. Video tersebut viral di media sosial di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, berdasarkan keterangan pengawas SPBU Kunti berinisial AY, 45, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.

Saat itu, stok BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU tersebut telah habis dan hanya tersedia BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Karyawan SPBU diduga melayani pembelian Pertamax menggunakan botol kepada sejumlah konsumen.

Menurut Adi, pihak SPBU telah menegur karyawan yang bersangkutan agar menerapkan aturan yang sama kepada seluruh pembeli. Pihak SPBU juga melarang pembelian Pertamax menggunakan botol maupun jeriken.

Larangan tersebut diberlakukan sebagai tindak lanjut atas situasi antrean panjang dan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak membeli BBM secara berlebihan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama mengantre.

Koordinasi antara Pemprov Bali, Pertamina, dan Polda Bali diharapkan dapat mempercepat pemulihan distribusi BBM sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi di tengah tingginya permintaan.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.