Slot Header 970×90

Aset Tumbuh, Kredit UMKM Menguat, Bank BPD Bali Jaga Tren Positif di Triwulan III

Oleh Fery Fadli · null

16 Oktober 2026 pukul 13.32 WITA · 4 menit baca

Aset Tumbuh, Kredit UMKM Menguat, Bank BPD Bali Jaga Tren Positif di Triwulan III

DENPASAR, BALINEWS — PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mencatatkan kinerja keuangan positif hingga akhir September 2026, dengan laba mencapai Rp1,006 triliun atau tumbuh 6,43 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, terutama kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hingga akhir Triwulan III 2026, penyaluran kredit Bank BPD Bali mencapai Rp26,82 triliun, meningkat 8,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp24,71 triliun.

Dari jumlah tersebut, kredit UMKM mencapai Rp14,43 triliun atau 53,80 persen dari total kredit, dengan pertumbuhan 14,92 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan ke sektor ini menjadi salah satu fokus bank dalam mendukung aktivitas usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat Bali.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi antara manajemen, karyawan, nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Pertumbuhan kinerja serta peningkatan pemanfaatan layanan digital yang kita capai ini adalah buah dari kerja sama yang solid dari seluruh insan Bank BPD Bali. Lebih dari itu, pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan, loyalitas, dan kepercayaan penuh yang terus diberikan oleh nasabah, pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sudharma dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Dalam mendukung pembiayaan usaha masyarakat, Bank BPD Bali juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,87 triliun hingga September 2026. Sementara itu, penyaluran Kredit KUSUMA yang merupakan produk pembiayaan lanjutan bagi pelaku usaha setelah KUR mencapai Rp1,46 triliun, sedangkan Kredit Kusuma Sari tercatat sebesar Rp774,8 miliar.

Dari sisi aset, Bank BPD Bali membukukan total aset sebesar Rp44,87 triliun, tumbuh 5,66 persen dibandingkan posisi September 2025 sebesar Rp42,47 triliun.

Kualitas kredit juga tercatat terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 0,97 persen dan NPL net sebesar 0,04 persen. Sementara itu, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada pada level 60,25 persen.

Sejumlah indikator profitabilitas lainnya mencatatkan hasil positif. Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 5,93 persen, Return on Assets (ROA) sebesar 3,90 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 22,76 persen, dan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 51,70 persen.

Pada aspek permodalan, total modal bank meningkat 20,43 persen secara tahunan menjadi Rp6,56 triliun. Modal inti mencapai Rp6,31 triliun atau tumbuh 20,65 persen, sedangkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 30,11 persen.

Transaksi Digital Terus Meningkat

Selain memperkuat pembiayaan sektor produktif, Bank BPD Bali terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung transaksi masyarakat dan pelaku UMKM.

Hingga September 2026, jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank BPD Bali mencapai 72.597 merchant, meningkat 12,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah transaksi QRIS tercatat sebanyak 26.944.231 transaksi, bertambah 10.719.895 transaksi secara tahunan.

Pertumbuhan juga terlihat pada layanan BPD Bali Mobile. Jumlah pengguna meningkat 15,89 persen secara tahunan atau bertambah 41.568 pengguna menjadi 303.120 pengguna.

Sementara itu, volume transaksi melalui BPD Bali Mobile tumbuh 19,53 persen atau bertambah 368.776 transaksi, sehingga mencapai 2.256.920 transaksi hingga September 2026.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital bank untuk mendukung aktivitas keuangan sehari-hari, termasuk transaksi usaha dan pembayaran nontunai.

Perluas Literasi Keuangan dan Tata Kelola

Bank BPD Bali juga menjalankan program edukasi dan literasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan. Hingga Triwulan III 2026, bank telah melaksanakan 831 kegiatan edukasi yang menjangkau 58.067 peserta dari berbagai kelompok masyarakat.

Kegiatan tersebut mencakup program Goes to Campus, Goes to Banjar, Bank Goes to School, serta edukasi bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, peternak, pekerja migran Indonesia dan calon pekerja migran, pensiunan, aparatur sipil negara, lembaga perkreditan desa, hingga penyandang disabilitas.

Di bidang apresiasi institusional, Bank BPD Bali menyebut telah menerima total 20 penghargaan. Sejumlah penghargaan yang diraih pada 2026 antara lain Crown Champion dari Infobank Awards atas konsistensi kinerja selama 25 tahun berturut-turut pada periode 2002–2026, Platinum Trophy dan predikat BPD Bintang 5 dalam TOP BUMD Awards 2026, Indonesia Best Bank 2026 dari Warta Ekonomi, serta TOP GRC Awards 2026 #Star 5.

Sudharma menegaskan, kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan menjadi dorongan bagi bank untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Kepercayaan yang telah terbangun menjadi semangat bagi kami untuk selalu hadir, memberikan manfaat serta mendampingi masyarakat dan pelaku usaha agar kita bisa tumbuh bersama,” katanya.

Melalui penguatan pembiayaan UMKM, pengembangan layanan digital, dan perluasan literasi keuangan, Bank BPD Bali menyatakan akan terus mendorong akses layanan keuangan yang mendukung pertumbuhan usaha dan perekonomian masyarakat.

Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.