Slot Header 970×90

Bahlil Target Stok BBM Bali 15 Hari, Pertamax Masih Kosong di Sejumlah SPBU

Oleh Fery Fadli · null

19 Oktober 2026 pukul 16.36 WITA · 2 menit baca

Bahlil Target Stok BBM Bali 15 Hari, Pertamax Masih Kosong di Sejumlah SPBU

DENPASAR, BALINEWS — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali meningkat dari 11–12 hari menjadi 15 hari. Langkah ini dilakukan setelah keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa sempat mengurangi cadangan di Bali hingga tiga sampai empat hari.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat ditemui awak media di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10), seusai rapat koordinasi bersama Gubernur Bali, Kapolda Bali, perwakilan Kodam, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, dan Kepala BPH Migas.

Menurut Bahlil, cadangan BBM di Bali saat ini rata-rata telah mencapai 11–12 hari. Pemerintah meminta Pertamina meningkatkan ketahanan stok menjadi 15 hari untuk mengantisipasi gangguan distribusi.

“Untuk cadangan di wilayah Bali, rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari. Jadi, alhamdulillah, untuk di sini sudah bisa teratasi,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa menjadi salah satu penyebab penurunan cadangan di Bali dalam beberapa hari sebelumnya. Untuk mempercepat pemulihan pasokan, jumlah kapal yang melayani distribusi BBM dari Jawa ke Bali ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal.

Bahlil juga menyebutkan Bali memiliki dua terminal utama BBM, yakni di Manggis, Kabupaten Karangasem, dan Sanggaran, Denpasar. Cadangan di Terminal Sanggaran diperkirakan mencukupi empat hingga lima hari, sedangkan di Terminal Manggis berada di atas 11 hari.

Secara nasional, Bahlil menyampaikan cadangan Pertalite berada dalam kisaran enam hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya rata-rata di atas 20 hari. Adapun cadangan solar di Bali disebut berada di atas enam hari.

“Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Namun, apa pun itu, masih merupakan bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” ujarnya.

Meski pemerintah menyatakan cadangan BBM Bali mulai terkendali, persoalan ketersediaan BBM di tingkat SPBU masih dikeluhkan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, awak media melaporkan Pertamax masih kosong di sejumlah SPBU di Denpasar Barat, sementara Pertalite tersedia.

Menanggapi laporan tersebut, perwakilan Pertamina menyatakan kapal pengangkut Pertamax telah dikirim dan pasokan tambahan dijadwalkan tiba pada hari berikutnya. Pertamina juga menyatakan akan memaksimalkan distribusi Pertamax dan Pertamax Turbo ke SPBU.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecukupan cadangan BBM di tingkat regional belum serta-merta menjamin seluruh jenis BBM tersedia di setiap SPBU. Kelancaran pengiriman dari terminal hingga ke stasiun pengisian menjadi faktor penting dalam pemulihan pasokan di lapangan.

Bahlil menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, kepolisian, TNI, dan masyarakat atas kerja sama dalam membantu mengurai persoalan distribusi BBM.

Penambahan armada kapal dari Jawa ke Bali dan peningkatan target cadangan menjadi 15 hari diharapkan dapat menjaga pasokan serta mencegah gangguan serupa terulang.

Namun, realisasi pemulihan pasokan masih perlu dilihat dari ketersediaan setiap jenis BBM di SPBU dan berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah wilayah Bali.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.