DENPASAR, BALINEWS — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar membekali 20 warga Desa Sumerta Kelod dengan keterampilan tata boga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkoba. Pelatihan ini diharapkan membuka peluang usaha sekaligus memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Bimbingan Teknis (Bimtek) Lifeskill bagi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba tersebut berlangsung selama tiga hari dan resmi ditutup Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.I.K., S.H., M.H., di Kantor Desa Sumerta Kelod, Kamis (22/10/2026).
Sebanyak 20 peserta dari berbagai dusun di Desa Sumerta Kelod mengikuti pelatihan yang menggabungkan pembekalan teori dan praktik langsung bersama chef berpengalaman.
Pada hari pertama, peserta mempelajari pembuatan berbagai jenis kue. Materi berlanjut pada hari kedua dengan praktik mengolah sejumlah menu, seperti spageti dan burger.
Memasuki hari terakhir, peserta mengikuti praktik sekaligus perlombaan memasak untuk menguji keterampilan, kreativitas, teknik pengolahan, dan kualitas produk. Kepala BNN Kota Denpasar turut meninjau serta menilai hasil masakan peserta sebelum menutup kegiatan.
Kepala BNN Kota Denpasar, Leo Dedy Defretes, menegaskan bahwa upaya mewujudkan Denpasar Bersinar atau Bersih Narkoba tidak cukup hanya melalui pemberantasan peredaran gelap narkotika. Pencegahan juga perlu dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi diri.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan tata boga sebagai modal untuk membuka usaha, meningkatkan produktivitas, dan menambah penghasilan keluarga.
BNN Kota Denpasar juga mendorong masyarakat untuk menjaga komitmen hidup sehat dan produktif agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya melalui pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkoba.
BNN Kota Denpasar berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi berlanjut pada penerapan kemampuan dalam kegiatan ekonomi produktif serta terbentuknya lingkungan sosial yang mendukung pencegahan narkoba.
Dengan penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi, masyarakat diharapkan semakin berdaya dalam menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

