Slot Header 970×90

BNN Denpasar Bidik 43 Desa dan Kelurahan, Peredaran Narkoba Menyasar Generasi Muda

Oleh Fery Fadli · null

30 September 2026 pukul 22.07 WITA · 4 menit baca

 Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H.
Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H.

DENPASAR, BALINEWS — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika dengan mendorong 43 desa dan kelurahan di Kota Denpasar menjadi kawasan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Langkah tersebut disampaikan Kepala BNN Kota Denpasar Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, S.H., S.I.K., M.H., saat menjadi narasumber dalam diskusi bulanan Ngopi Santuy yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali di salah satu warung kopi di kawasan Renon, Denpasar, Rabu (30/9/2026).

Diskusi tersebut dihadiri Ketua IWO Provinsi Bali Tri Widiyanti bersama jajaran Pengurus Wilayah (PW) IWO Bali. Hadir pula Ketua Pengurus Daerah (PD) IWO Kota Denpasar Bambang Supriyono, Sekretaris PD IWO Kota Denpasar Kande Putra, serta Ketua PD IWO Kabupaten Badung Rovinus Bou bersama pengurus dan anggota.

Dalam diskusi tersebut, Leo menjelaskan sejumlah program BNN Kota Denpasar, mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan hingga rehabilitasi. Namun, saat ini BNN Denpasar memberikan perhatian besar pada aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

"Beberapa bidang di BNN itu mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, kemudian pemberantasan dan rehabilitasi. Saat ini kita sedang menjalankan, terutama aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang sedang gencar-gencarnya kita laksanakan di 43 desa dan kelurahan yang ada di Denpasar," ujar Leo.

Menurutnya, program Desa Bersinar diprioritaskan pada wilayah yang dinilai memiliki potensi atau kerawanan terhadap peredaran narkotika.

BNN, kata Leo, tidak dapat bekerja sendiri. Pelibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan narkotika.

"Kita terus mendorong desa-desa yang ada di Denpasar menjadi Desa Bersinar. Tentu kita memilih atau memprioritaskan desa-desa yang masuk dalam kategori berpotensi atau rawan peredaran narkoba," katanya.

Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut didorong untuk terlibat sebagai relawan maupun penggiat antinarkotika.

"Nah, inilah bagaimana kita membangun ekosistem. Dalam membangun ekosistem ini bukan hanya di lingkungan masyarakat, tetapi juga di lingkungan sekolah," jelasnya.

BNN Dorong Kurikulum Antinarkotika di Sekolah

Selain menyasar lingkungan masyarakat, BNN Kota Denpasar juga memperkuat pencegahan di lingkungan pendidikan.

BNN berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mendorong Integrasi Kurikulum Antinarkotika (IKAN) di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah hingga SMA.

Melalui program tersebut, pengetahuan mengenai bahaya narkotika diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran sehingga edukasi antinarkotika tidak hanya diberikan melalui kegiatan penyuluhan.

"Bagaimana siswa-siswi dalam proses belajar disisipkan tentang pengetahuan narkotika yang ada di beberapa mata pelajaran di sekolah. Baik itu sekolah dasar, sekolah menengah maupun sekolah atas," kata Leo.

BNN Denpasar juga membentuk Sobat Bersinar, yang melibatkan para pelajar sebagai penggiat antinarkotika di lingkungan sekolah.

Program tersebut diharapkan mendorong siswa untuk saling berbagi informasi mengenai bahaya dan perkembangan peredaran narkotika, terutama di tengah perubahan pola peredaran narkoba di era digital.

Modus Peredaran Narkoba Berubah

Leo mengingatkan bahwa tantangan pemberantasan narkotika semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Menurut dia, modus operandi peredaran narkotika terus berubah mengikuti perkembangan zaman, termasuk cara pelaku menjangkau calon pengguna maupun perubahan jenis narkotika yang beredar.

"Karena memang narkotika saat ini sudah bertransformasi, eranya sudah berubah mengikuti tren," ujarnya.

Ia menilai generasi muda merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan. Anak-anak dan remaja yang saat ini berada di jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA hidup sangat dekat dengan teknologi informasi dan media sosial.

"Mereka sangat familiar saat ini dengan IT, dengan teknologi, dengan media sosial. Peredaran-peredaran saat ini sudah bertransformasi, baik modus operandi peredarannya maupun jenis narkotikanya sendiri," katanya.

Leo menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak semata-mata berorientasi pada penindakan terhadap bandar dan pengedar, tetapi juga pada upaya mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

"War on drugs itu untuk kemanusiaan. Jadi bagaimana kita bukan hanya mengejar atau menangkap bandar, pengedar, pelaku, tetapi juga mencegah generasi ke depan menjadi korban," tegasnya.

BNN Buka Kanal Pengaduan MESADU

Untuk memperluas akses masyarakat dalam pencegahan dan penanganan masalah narkotika, BNN Kota Denpasar juga menyediakan layanan MESADU (Melayani Setiap Aduan).

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan dugaan peredaran gelap narkoba secara aman, memperoleh informasi mengenai layanan rehabilitasi, berkonsultasi serta mengurus Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), maupun menyampaikan kritik dan saran terkait pelayanan publik.

BNN Kota Denpasar menyebut layanan MESADU mengutamakan kemudahan akses dan kerahasiaan dalam penyampaian pengaduan maupun konsultasi.

Masyarakat dapat menghubungi layanan MESADU melalui WhatsApp +62 813-1818-488 atau mendatangi kantor BNN Kota Denpasar di Jl. Melati No. 21, Denpasar, Bali.

Melalui berbagai program tersebut, BNN Kota Denpasar mendorong keterlibatan pemerintah, sekolah, masyarakat, media, serta generasi muda untuk membangun lingkungan yang lebih terlindungi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

"Ayo wujudkan Denpasar Bersinar — Bersih Narkoba."

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.