DENPASAR, BALINEWS.ID – Peredaran narkotika kini menghadirkan tantangan yang tidak cukup dihadapi hanya dengan penangkapan bandar dan pengedar. Salah satu hal yang menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar adalah penyalahgunaan cairan atau liquid rokok elektronik sebagai media penyelundupan zat narkotika.
Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol. Dr. Leo Dedy Defretes, menyampaikan hal tersebut dalam Pagelaran Seni Budaya Antinarkoba bertajuk “Wujudkan Denpasar Bersinar”, bagian dari FESTAMU.BALI (Festival Talenta Muda Bali) Kota Denpasar 2026, di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Kamis (29/10/2026).
Dalam dialog interaktif bersama kelompok seni Nongcret Dewata, Leo menjelaskan bahwa perkembangan bentuk narkotika menuntut masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah penggunaan rokok elektronik yang semakin dikenal generasi muda.
“Sekarang ini kan ada tren dari rokok konvensional, tembakau, sekarang rokok elektronik. Itu kan menggunakan bahan-bahan cair atau liquid. Nah, itu di dalamnya diselundupkan menjadi cairan yang mengandung zat-zat yang mengandung narkoba,” ujar Leo dalam dialog tersebut.

Gambar: Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol. Dr. Leo Dedy Defretes (Jacket Biru)
Pernyataan itu menyoroti tantangan pencegahan narkotika di tengah perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi. Produk yang dikenal sebagai perangkat rokok elektronik dapat menjadi perhatian dalam pengawasan apabila disalahgunakan sebagai media peredaran zat terlarang.
Meski demikian, kewaspadaan terhadap penyalahgunaan liquid vape tidak berarti semua cairan rokok elektronik mengandung narkotika. Informasi mengenai kandungan suatu produk tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perang Melawan Narkoba Bukan Hanya Soal Penangkapan
Leo menegaskan, strategi perang melawan narkoba atau war on drugs tidak seharusnya hanya berorientasi pada penindakan setelah kejahatan terjadi.
Menurut dia, pencegahan perlu dilakukan lebih awal agar anak-anak dan generasi muda tidak menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
“Bicara war on drugs, perang melawan narkoba, kita nggak selalu melakukan penangkapan, tapi bagaimana kita mencegah generasi, terutama anak-anak, jangan sampai menjadi korban,” kata Leo.
Pesan tersebut menjadi penting karena pencegahan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keluarga, sekolah, lingkungan pergaulan, komunitas, dan lembaga pemerintah memiliki peran untuk membangun kesadaran sejak dini.
Orang tua, misalnya, perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak mengenai risiko narkotika, termasuk mengenali perubahan perilaku dan memahami lingkungan pergaulan mereka. Sementara itu, edukasi di sekolah dan komunitas perlu disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, bukan sekadar melalui larangan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak menunggu sampai seseorang terjerat penyalahgunaan narkotika untuk mulai memberikan perhatian.

Seni dan Budaya Jadi Media Edukasi Generasi Muda
Pendekatan pencegahan itu juga terlihat dalam penyelenggaraan FESTAMU.BALI 2026. BNN Kota Denpasar berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Denpasar menghadirkan seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan pesan antinarkoba.
Mengusung tema “Satu Talenta, Satu Budaya, Satu Bali”, kegiatan tersebut memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal pentingnya menjaga diri dari bahaya narkotika.
Dialog Leo bersama para pementas Nongcret Dewata dikemas secara interaktif dengan sentuhan humor melalui seni pertunjukan tradisional Bali. Cara ini membuat pembahasan mengenai perubahan modus peredaran narkotika dapat disampaikan dalam suasana yang lebih dekat dengan penonton.
Leo juga mengapresiasi talenta muda yang terus mengembangkan kemampuan melalui seni dan budaya. Ia menegaskan kehadiran negara tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pemberian rasa aman dan edukasi kepada masyarakat.
“BNN hadir, betul sekali, negara hadir, dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan terutama edukasi-edukasi,” ujarnya.
Tantangan Berikutnya: Membuat Pencegahan Lebih Dekat dengan Anak Muda
Pemanfaatan seni dan budaya membuka ruang bagi pesan antinarkoba untuk menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif. Namun, keberhasilan pencegahan tidak berhenti pada satu kegiatan atau pertunjukan.
Informasi mengenai modus peredaran narkotika perlu disampaikan secara berkelanjutan, disertai pemahaman tentang cara mengenali risiko, mencari bantuan, dan melaporkan dugaan penyalahgunaan melalui saluran resmi.
Di tengah perubahan bentuk dan cara peredaran narkotika, tantangannya bukan hanya menemukan pelaku setelah kejahatan terjadi. Tantangan yang tidak kalah penting adalah memastikan generasi muda memiliki pengetahuan dan lingkungan yang mendukung mereka untuk menolak narkotika sejak awal.
Melalui kolaborasi BNN, dunia pendidikan, keluarga, dan komunitas seni, gerakan Denpasar Bersinar diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi berkembang menjadi upaya bersama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.


