JAKARTA, BALINEWS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana melanda berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (28/9/2026) pukul 07.00 WIB. Banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, banjir melanda empat desa di Kecamatan Toribulu setelah hujan berintensitas tinggi pada Minggu (27/9). Desa yang terdampak yakni Toribulu Selatan, Tomoli Utara, Sibalago, dan Singura.
Berdasarkan kaji cepat sementara, sebanyak 160 rumah dan tiga fasilitas umum terdampak banjir. BPBD bersama tim gabungan telah melakukan penanganan darurat. BNPB melaporkan kondisi banjir saat ini telah surut.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Minggu (27/9). Hujan berintensitas tinggi menyebabkan banjir di Kecamatan Padang Tualang, Sawit Seberang, dan Wampu.
Ketinggian air saat banjir berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter. Berdasarkan pemantauan visual, banjir mulai berangsur surut. BPBD setempat menyiapkan langkah penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, karhutla terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Titik api terpantau di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, pada Minggu (27/9) sekitar pukul 16.38 WIB. Kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.
BPBD bersama tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan api telah berhasil dikendalikan pada hari yang sama.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Titik api terpantau di Desa Uekuli, Kecamatan Tojo, pada Minggu sekitar pukul 02.00 WITA. Kebakaran menghanguskan sekitar 1 hektare lahan.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, pemadam kebakaran, TNI, Manggala Agni, dan masyarakat berhasil memadamkan api. Kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Kebakaran dengan dampak lebih luas terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Titik api dilaporkan terlihat pada Sabtu (26/9) di Desa Warung dan Desa Rawasan, Kecamatan Jenu.
Kondisi lahan yang kering membuat api merambat dengan cepat hingga membakar sekitar 200 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (27/9), sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyidikan pihak berwenang.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, terutama menghadapi hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang yang dapat memicu banjir.
Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir diminta mengetahui jalur evakuasi dan melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi membahayakan.
Untuk menghadapi ancaman karhutla, BNPB meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, termasuk untuk membuka lahan atau membakar sampah.
BNPB juga mengingatkan bahwa karhutla dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial.
Masyarakat diminta segera melaporkan titik api atau indikasi kebakaran hutan dan lahan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

