Slot Header 970×90

BPD Bali Salurkan Kredit Alsintan, Dorong Modernisasi Penggilingan Padi dan Ketahanan Pangan

Oleh Fery Fadli · null

30 Oktober 2026 pukul 00.36 WITA · 2 menit baca

BPD Bali Salurkan Kredit Alsintan, Dorong Modernisasi Penggilingan Padi dan Ketahanan Pangan

BADUNG, BALINEWS – Bank BPD Bali memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) kepada pelaku usaha penggilingan padi dan penyosohan beras di Kabupaten Badung. Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk memperbarui mesin penggilingan guna meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produksi beras.

Penyerahan simbolis pembiayaan itu dilakukan dalam rangkaian International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 yang digelar di Grand Ballroom, Mulia Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (29/10/2026). Forum yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut mengusung tema “Empowering MSMEs Through Innovative and Sustainable Financing”.

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurahman, serta Gubernur Bali Wayan Koster. Bank BPD Bali berpartisipasi dalam sesi penyerahan simbolis KUA melalui Kepala Divisi Kredit Ritel dan Konsumer.

Penerima pembiayaan merupakan pelaku usaha pengolahan hasil pertanian keluarga yang telah beroperasi sejak 1997. Pembaruan teknologi Rice Milling Unit (RMU) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha sekaligus memperkuat peran penggilingan padi dalam menghubungkan petani dengan konsumen dan menjaga pasokan beras di wilayah setempat.

Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, mengatakan dukungan pembiayaan bagi UMKM merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bank untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kami berupaya untuk selalu hadir memberikan akses pembiayaan yang mudah, tepat guna, dan tepat sasaran. Dukungan pada sektor pengolahan hasil pertanian ini selaras dengan arah kebijakan Asta Cita dari pemerintah pusat dalam membangun kemandirian pangan,” ujar Made.

Ia menambahkan, pembiayaan tersebut juga sejalan dengan visi Ekonomi Kerthi Bali dan semangat Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BPD Bali mencapai Rp2,04 triliun atau 99,98 persen dari target Rp2,05 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KUR tercatat sebesar 0,02 persen, dengan 72 persen penyaluran dialokasikan ke sektor produksi.

Sementara itu, realisasi Kredit Usaha Alsintan (KUA) mencapai Rp7,3 miliar atau 89,02 persen dari target, dengan NPL sebesar 0 persen. Adapun penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) tercatat Rp226,79 miliar atau 75,63 persen dari target.

Capaian tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan Bank BPD Bali tidak hanya menyasar kebutuhan modal usaha, tetapi juga mendukung penguatan sektor produksi, pertanian, dan perumahan. Melalui pembiayaan tersebut, bank berupaya berkontribusi terhadap pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas usaha lokal, dan penguatan ketahanan pangan di Bali.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.