KLUNGKUNG, BALINEWS – Pemerintah Kabupaten Klungkung mendorong penguatan pendidikan karakter dan kepedulian sosial generasi muda melalui pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat membuka Pelatihan Pembina PMR Mula, Madya dan Wira se-Kabupaten Klungkung di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung tersebut diikuti 145 peserta yang merupakan perwakilan sekolah dari Kecamatan Banjarangkan, Klungkung dan Dawan.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Sekretaris Pengurus PMI Provinsi Bali yang mewakili Ketua PMI Provinsi Bali, Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Klungkung, jajaran Pengurus PMI Klungkung, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria secara resmi membuka pelatihan sekaligus menyematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta.
Satria menilai keberadaan pembina memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan PMR di sekolah berjalan secara terarah. Pembina diharapkan mampu memberikan pendampingan sekaligus mengembangkan kegiatan PMR sesuai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Mula untuk SD, Madya untuk SMP hingga Wira bagi SMA/SMK.
Menurut Satria, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.
“Saya berharap pelatihan ini memberikan manfaat besar, terutama dalam mempersiapkan generasi berikutnya untuk melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang sangat kita butuhkan,” ujar Satria.
Ia menyoroti pentingnya kembali menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, pembinaan sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk membangun karakter siswa agar memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Sekarang ini kepedulian terkait kegiatan sosial kemanusiaan sudah hampir menipis. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan ini sangat penting,” katanya.
Pelatihan pembina PMR tersebut juga dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kesaktian Pancasila. Nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari kegiatan kepalangmerahan dinilai sejalan dengan upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan siswa.
Melalui pelatihan tersebut, PMI Klungkung berupaya meningkatkan kapasitas para pembina agar mampu mengelola kegiatan PMR secara optimal di sekolah masing-masing. Pembinaan yang terarah diharapkan dapat melahirkan anggota PMR yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam kegiatan kepalangmerahan, tetapi juga memiliki karakter tangguh, peduli dan siap membantu sesama.
Dengan semakin aktifnya kegiatan PMR di lingkungan sekolah, pendidikan karakter diharapkan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. (*)

