BADUNG, BALINEWS - Ratusan orang ramaikan perhelatan olah raga lari dihelat Mamaka Hotels & Resorts dengan menggelar Mamaka Fun Run Vol. 3.
Event lari ini digelar guna mempersatukan Bali dalam lari komunitas tahunan ketiganya dengan mengusung tema mengubah semangat bergerak dan kebersamaan komunitas menjadi akses yang lebih luas terhadap edukasi kesehatan mental.
Mamaka Fun Run untuk edisi kali ini, melanjutkan acara telah berkembang dari lari 5K sederhana menjadi perayaan komunitas yang mengusung gerak, kesehatan, kebersamaan, dan berbagi. Tahun ini, Mamaka membawa tujuan tersebut lebih jauh.
Setelah dua edisi yang mendukung inisiatif pendidikan melalui Bali Children Foundation (BCF), Mamaka Fun Run Vol. 3 bermitra dengan Shuffle & Strides untuk mendukung perluasan Pelatihan Kesadaran Kesehatan Mental (Mental Health Awareness Training/MHAT), sebuah program gratis selama dua hari yang dirancang untuk memberikan pengetahuan praktis dan kepercayaan diri kepada masyarakat agar lebih memahami tantangan kesehatan mental dan mendukung orang-orang di sekitar mereka.
Bagi Mamaka, pesannya sederhana: Komunitas yang lebih sehat bukan hanya soal menggerakkan tubuh. Hal tersebut juga tentang mengetahui cara menjaga pikiran dan saling menjaga satu sama lain.
“Program MHAT berlangsung selama dua hari dan ditawarkan secara gratis kepada masyarakat umum. Dana yang terkumpul melalui Mamaka Fun Run Vol. 3 akan membantu penyelenggaraan lebih banyak pelatihan MHAT di Bali dan berbagai wilayah Indonesia,” jelasnya, Area General Manager SEA, Mamaka Hotels & Resorts, Joel Bartlett, kemarin pagi Minggu,(18/10/2026) di Kuta, Badung.
Dirinya menerangkan, Mamaka Fun Run pertama kali digelar pada 2024 sebagai lari amal 5K di kawasan Kuta dan Legian. Hasil kegiatan tersebut disalurkan untuk mendukung inisiatif pendidikan Bali Children Foundation. Pada 2025, Mamaka Fun Run Vol. 2 diikuti lebih dari 700 pelari dengan kategori 5K dan 10K.
Acara tersebut turut menghadirkan hiburan, Zumba, aktivitas keluarga, serta partisipasi berbagai komunitas lari, termasuk Shuffle & Strides, Indorunners Bali, CCRC, HOTR, dan Gianyar Runners. Kini, Mamaka membawa kegiatan komunitas tersebut ke bidang kesehatan mental.
Dirinya menyampaikan, bahwa kesehatan mental merupakan bagian dari kesejahteraan yang ingin didukung melalui kegiatan komunitas.
"Melalui kerja sama dengan Shuffle & Strides, MHAT memberikan edukasi mengenai cara mengenali tanda dan gejala gangguan kesehatan mental, berkomunikasi dengan orang yang sedang mengalami kesulitan, serta memahami sumber bantuan profesional," paparnya.
Ira dari Shuffle & Strides menyampaikan, pelatihan ini tidak bertujuan menjadikan peserta sebagai tenaga kesehatan mental, melainkan meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri masyarakat dalam memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.
Sembari Dirinya menambahkan, Sebuah survei kesehatan mental remaja nasional juga menemukan bahwa 5,5% remaja Indonesia berusia 10–17 tahun mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, depresi, PTSD, dan ADHD.(*)

