DENPASAR, BALINEWS.ID — Penampilan rapi dan cara bicara yang matang kerap membuat banyak orang mengira Giovani Augustine Hokini telah menjabat sebagai pimpinan perusahaan. Namun, di balik kesan tersebut, perempuan kelahiran 31 Agustus 2003 itu masih berstatus mahasiswi semester akhir Program Culinary Business di Universitas Ciputra.
Giovani merupakan putri bungsu dari tiga bersaudari yang tumbuh dalam lingkungan keluarga pelaku usaha di sektor perdagangan retail art and craft serta barang antik untuk pasar ekspor. Lingkungan tersebut membentuk kepekaan bisnis sejak dini, meskipun arah pilihan kariernya tidak sepenuhnya mengikuti jejak keluarga. Dua kakaknya menekuni bidang berbeda, sementara Giovani justru menjatuhkan pilihan pada dunia kuliner.
Minat terhadap bidang tersebut berangkat dari kegemarannya melakukan aktivitas baking sejak kecil. Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi tekad untuk menekuni bisnis makanan dan minuman secara profesional. Selain memasak, ia juga memiliki ketertarikan pada dunia tata rias, yang menurutnya penting sebagai bagian dari pembentukan citra diri seorang pelaku usaha.
Dalam proses menyiapkan langkah bisnis, Giovani memegang prinsip hidup “No Pressure No Diamonds” sebagai motivasi menghadapi tantangan. Sejak 2025, ia mulai merintis merek usaha kuliner bernama Crème de Rêves sebagai wadah awal mengasah kemampuan wirausaha. Ia juga memperkaya pengalaman lapangan melalui program magang di Braud Jakarta, sebuah bakery yang dikenal luas, untuk memahami manajemen dapur produksi hingga strategi pemasaran.
Setelah menuntaskan studi, Giovani menargetkan pembukaan mini kafe di Bali dengan memanfaatkan modal pribadi hasil tabungan. Langkah ini dipandang sebagai tahapan awal untuk menguji konsep bisnis yang selama ini ia pelajari di bangku kuliah. Jika berjalan sesuai rencana, ekspansi ke sejumlah titik lain di Bali telah masuk dalam perencanaannya, termasuk kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.
Tidak berhenti pada usaha kafe, Giovani juga menyiapkan visi jangka panjang berupa pengembangan toko roti sekaligus jaringan distribusi bahan baking dan kebutuhan kafe untuk pasar lokal Bali. Segmen pasar yang dibidik tidak hanya konsumen lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara, sehingga produk yang dikembangkan diharapkan mampu bersaing di tengah dinamika pariwisata.
Dengan kombinasi latar belakang keluarga wirausaha, bekal akademis, serta pengalaman lapangan, Giovani menapaki dunia bisnis kuliner dengan pendekatan yang terukur. Keberaniannya memulai usaha sejak usia muda dinilai menjadi modal penting untuk membangun fondasi sebagai entrepreneur baru asal Bali yang patut diperhitungkan. (*)


