BALINEWS — Dari panggung American Idol ke ruang sidang. Kehidupan Caleb Flynn berubah drastis setelah mantan kontestan ajang pencarian bakat tersebut terseret dalam kasus kematian istrinya, Ashley Flynn.
Melansir ABC News, Caleb menghadapi persidangan atas kematian Ashley yang ditemukan tewas akibat dua tembakan di bagian belakang kepala di rumah mereka pada 16 Februari 2026.
Caleb sebelumnya menelepon 911 dan melaporkan adanya penyusup yang masuk ke rumah dan menembak istrinya. Namun, penyelidikan polisi kemudian mengarah kepadanya.
Jaksa menuduh Caleb membunuh Ashley dan berusaha membuat kematiannya terlihat seperti aksi seorang penyusup.
Salah satu bagian yang menjadi sorotan dalam persidangan adalah hubungan Caleb dengan Alleigha Botner, perempuan yang disebut sebagai selingkuhannya.
Jaksa mengungkap adanya lebih dari 100.000 pesan antara Caleb dan Botner. Komunikasi tersebut disebut memperlihatkan hubungan keduanya serta berbagai persoalan dalam rumah tangga Caleb dan Ashley.

Gambar: [Keterangan gambar]
Bahkan, beberapa jam sebelum Ashley ditemukan tewas, Caleb disebut mengirim pesan kepada Botner:
“Actions will come tomorrow.”
Jaksa menggunakan pesan tersebut sebagai bagian dari rangkaian bukti yang mereka ajukan dalam persidangan.
Selain pesan-pesan tersebut, jaksa juga menyoroti sebuah pistol 9 mm yang biasanya berada di konsol truk Caleb. Senjata itu disebut hilang, sementara Ashley tewas akibat tembakan menggunakan peluru 9 mm.
Namun, senjata yang diduga digunakan dalam pembunuhan tersebut belum ditemukan.
Caleb Tetap Membantah
Caleb membantah telah membunuh istrinya.
Tim pembela juga mempertanyakan kekuatan bukti yang diajukan jaksa, termasuk fakta bahwa senjata yang diduga digunakan untuk membunuh Ashley tidak pernah ditemukan.

Gambar: [Keterangan gambar]
Dalam rekaman pemeriksaan polisi yang diputar di persidangan, Caleb menyangkal keterlibatannya dalam kematian Ashley.
Kasus ini kemudian menjadi pertarungan dua versi. Jaksa berusaha meyakinkan juri bahwa berbagai bukti—mulai dari komunikasi dengan selingkuhan, senjata yang hilang hingga kondisi tempat kejadian—membentuk sebuah rangkaian yang mengarah kepada Caleb.
Sementara pembela mempertahankan bahwa bukti-bukti tersebut tidak secara langsung membuktikan Caleb sebagai pembunuh.
Pada 29 September 2026, jaksa dan pembela menyampaikan argumen penutup. Setelah itu, juri mulai mempertimbangkan keputusan atas perkara tersebut.
Melansir ABC News, Caleb menghadapi sejumlah dakwaan terkait kematian Ashley, sementara dirinya tetap mempertahankan bahwa ia tidak membunuh istrinya.
Penulis: Rushel Ambarita (Balinews Jakarta)


