Slot Header 970×90

Desy Ratnasari Akui Tantangan Bahasa Minang Dalam Peran Ibu Buya Hamka

Oleh Rushell Ambarita · Redaksi

9 November 2026 pukul 02.39 WITA · 2 menit baca

Desy Ratnasari  Akui Tantangan Bahasa Minang Dalam Peran Ibu Buya Hamka
— Rushell Ambarita

BALINEWS – Aktris Desy Ratnasari kembali menunjukkan kemampuan aktingnya melalui film Hamka: Awal Mula Vol. 3. Dalam film yang mengangkat perjalanan hidup ulama besar Buya Hamka tersebut, Desy dipercaya memerankan Sitti Shafiah, sosok ibu dari Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka.

Meski jumlah adegan yang dimainkannya tidak terlalu banyak, Desy mengaku tetap membutuhkan persiapan khusus. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan kemampuan berbahasa Minang agar karakter yang diperankannya terasa lebih autentik.

Desy mengungkapkan, dirinya hanya memiliki sekitar 12 adegan dalam film tersebut. Namun, setiap dialog tetap membutuhkan perhatian karena penggunaan bahasa dan logat menjadi bagian penting dalam membangun karakter.

"Pressure pertama itu bahasa. Lidah Sunda enggak bisa dibohongi," ungkap Desy.

Gambar berita

Gambar: [Desy Ratnasari saat Interview Media]

Belajar Bahasa Minang untuk Mendalami Karakter

Desy mengatakan, persiapan sebelum syuting sudah dilakukan sejak tahap praproduksi. Selain menyesuaikan penampilan dengan busana tradisional Minang, ia juga menjalani latihan bahasa Minang secara intensif.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran tersendiri, terlebih dirinya harus memerankan sosok ibu dari tokoh besar yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Ia bersyukur mendapatkan pendampingan dari mentor yang sabar membimbingnya selama proses persiapan.

Desy juga mengapresiasi kesempatan bekerja bersama para sineas dan aktor yang terlibat dalam produksi film tersebut. Baginya, proyek ini menawarkan perpaduan drama, hiburan, dan kisah romantis yang menarik untuk diangkat ke layar lebar.

Belajar Nilai Kehidupan dari Buya Hamka

Lebih dari sekadar menjalankan peran, Desy mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari perjalanan hidup Buya Hamka.

Ia menyoroti bagaimana budaya Minang mengajarkan nilai kedisiplinan dalam kehidupan rumah tangga, termasuk bagaimana seorang suami memegang prinsip dan tanggung jawab.

Menurut Desy, keteguhan prinsip yang dimiliki Buya Hamka menjadi salah satu nilai penting yang patut dipelajari.

Dalam menjalani pekerjaan, Desy juga menekankan pentingnya komitmen dan kedisiplinan waktu. Ia mengaku tidak mempermasalahkan proses menunggu selama seluruh pihak saling menghargai dan jadwal kerja dijalankan dengan baik.

Baginya, keterlibatan dalam Hamka: Awal Mula Vol. 3 bukan sekadar kesempatan berakting, melainkan juga pengalaman untuk kembali mengenal nilai-nilai budaya dan keteladanan seorang tokoh bangsa.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.