BALINEWS – Aktor Vino G. Bastian kembali dipercaya memerankan sosok Buya Hamka dalam film Hamka: Awal Mula Vol. 3. Memerankan tokoh ulama besar sekaligus sastrawan Indonesia tersebut bukan perkara mudah. Vino harus menjalani persiapan panjang, termasuk mempelajari bahasa Arab dan bahasa Minang.
Vino mengungkapkan, tantangan terbesar dalam memerankan Buya Hamka adalah menghadirkan sosok yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Indonesia.
Menurutnya, Buya Hamka bukan hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga seorang ayah, suami, budayawan, dan sastrawan dengan karya-karya yang masih dikenang hingga sekarang.
"Kalau kita pikir untuk menjadi ulama besar, ternyata perjuangannya enggak gampang," ujar Vino.
Belajar Bahasa Arab dan Minang
Dalam mempersiapkan karakter tersebut, Vino menjalani proses reading selama kurang lebih tiga bulan. Sementara latihan intensif bahasa Minang dilakukan sekitar satu bulan, termasuk mempelajari bahasa Arab.
Ia mengaku bahasa Arab menjadi salah satu tantangan tersendiri, terutama dalam memperhatikan pelafalan serta panjang pendek pengucapan kata.
Vino berharap kemampuan bahasa yang dipelajarinya dapat diterima oleh penonton, khususnya mereka yang memahami bahasa Arab dan Minang.
"Bahasa Arab itu agak susah ya, kalau panjang pendeknya," ungkapnya.
Selain persoalan bahasa, Vino juga harus menyesuaikan usia karakter yang diperankannya. Ia menyebut usia Buya Hamka dalam cerita film ini berada cukup jauh di bawah usianya saat menjalani proses syuting, sehingga diperlukan penyesuaian untuk menggambarkan sosok tersebut.
Buya Hamka, Sosok Besar dengan Banyak Karya
Bagi Vino, salah satu hal menarik dari perjalanan hidup Buya Hamka adalah produktivitasnya dalam berbagai bidang.
Ia bahkan menggambarkan Buya Hamka sebagai sosok yang pada masa sekarang bisa disebut sebagai salah satu kreator konten terbesar. Pasalnya, karya dan pemikirannya hadir melalui berbagai media, mulai dari buku, televisi, radio, hingga novel.
Banyak karya sastra Buya Hamka yang kemudian diadaptasi menjadi film.
Vino juga menilai film Hamka: Awal Mula Vol. 3 menjadi bagian penting untuk memperlihatkan perjalanan panjang kehidupan sang tokoh sebelum dikenal luas sebagai ulama besar.
Beban Moral Memerankan Tokoh Nasional
Vino mengakui ada beban moral tersendiri ketika dipercaya memerankan Buya Hamka. Sosok tersebut bukan hanya dikenal luas, tetapi juga memiliki banyak pengikut dan dihormati masyarakat.
Karena itu, menurut Vino, penting untuk memahami sisi personal Buya Hamka yang mungkin tidak selalu diketahui publik.
"Orang melihat dia ulama besar, tapi di balik itu dia seorang ayah, seorang suami, budayawan, sastrawan yang karyanya banyak banget," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kebahagiaannya karena film ini melibatkan banyak pemain dan menjadi bagian dari rangkaian perjalanan produksi trilogi biopik Buya Hamka.
Melalui film ini, Vino berharap penonton dapat melihat Buya Hamka secara lebih utuh, bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki perjalanan, perjuangan, dan dinamika kehidupan keluarga.

