Slot Header 970×90

Bali

Diduga Perintah Istri Gubernur, Kantor Kesbangpol Digembok, Puluhan Lansia Kocar-Kacir

Oleh Putu Artha

15 Maret 2026 pukul 11.44 WITA · 2 menit baca

DENPASAR, BALINEWS.ID – Rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bali menjelang Musyawarah…
DENPASAR, BALINEWS.ID – Rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bali menjelang Musyawarah… — BaliNews.id

DENPASAR, BALINEWS.ID – Rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bali menjelang Musyawarah Daerah (Musda) sempat mengalami kendala pada Sabtu pagi (14/3/2026). Aula Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali di Denpasar yang dijadwalkan menjadi lokasi kegiatan tidak dapat diakses oleh panitia maupun peserta.

Pantauban Balinewsid, sejak sekitar pukul 08.00 Wita, para peserta yang sebagian besar merupakan lansia dari berbagai kabupaten/kota di Bali telah tiba di lokasi. Namun saat hendak memasuki aula, pintu kantor dilaporkan dalam kondisi terkunci dari luar sehingga kegiatan tidak dapat langsung dilaksanakan. Banyak peserta lansia yang sudah turun dari kendaraan dengan menggunakan tongkat dan harus berjalan kaki.

"Kami tidak bisa masuk, kami ini lansia," ujar sumber di lapangan.

Ketua PWRI Provinsi Bali, I Ketut Muliartha, yang berada di lokasi saat kejadian mengatakan pihaknya sempat berupaya menghubungi sejumlah pihak terkait untuk memastikan situasi tersebut, termasuk ketua Kesbangpol Provinsi Bali.

“Sejak pagi para peserta sudah datang, tetapi aula tidak bisa diakses karena pintu kantor masih terkunci. Kami sudah mencoba menghubungi beberapa pihak termasuk Kepala Kesbangpol Bali,” ujar Muliartha.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah peserta lansia yang telah hadir terpaksa menunggu di luar area kantor. Beberapa di antaranya terlihat berjalan dengan bantuan tongkat sambil menunggu kepastian pelaksanaan kegiatan.

Untuk menghindari keterlambatan yang lebih panjang, panitia akhirnya memutuskan memindahkan lokasi rakornis ke Kantor PWRI Bali di kawasan Jalan Kemuning, Denpasar. Kegiatan pun akhirnya tetap dapat dilaksanakan di lokasi tersebut.

Berdasarkan penelusuran, sebelumnya PWRI Bali sempat mengajukan permohonan penggunaan Gedung Wiswa Sabha kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk pelaksanaan rakornis. Namun karena lokasi tersebut tidak dapat digunakan, kegiatan kemudian dialihkan ke aula Kantor Kesbangpol Bali.

Dalam surat permohonan awal kepada Pemerintah Provinsi Bali, PWRI menyertakan permintaan bantuan konsumsi berupa 150 nasi kotak untuk kegiatan tersebut. Belakangan disebut terjadi miskomunikasi dengan Istri Gubernur, Putri Koster, dengan pihak PWRI terkait pengiriman bantuan tersebut karena perubahan lokasi dan waktu kegiatan yang pada awalnya direncanakan pada tanggal 10 Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Bali Gede Suralaga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut saat dihubungi. Meski sempat mengalami kendala lokasi, kegiatan Rakornis PWRI Bali akhirnya tetap berlangsung setelah dipindahkan ke Kantor PWRI Bali di Jalan Kemuning, Denpasar. (*)

SLOT IKLAN TENGAH ARTIKEL
0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.