NUSA PENIDA, BALINEWS.ID – Seorang pria asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di sebuah toko bangunan di Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (13/3/2026) malam.
Korban diketahui bernama Muhammad Arifin (22), yang bekerja sebagai sopir. Ia ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi bangunan toko sekitar pukul 20.15 WITA.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pelapor Ni Kadek Sukerti, yang merupakan atasan korban. Saat itu ia kembali ke kantor setelah sebelumnya keluar untuk bersembahyang dan berbelanja di supermarket.
Ketika tiba di lokasi, pelapor sempat memeriksa beberapa ruangan karena tidak melihat keberadaan korban. Setelah memanggil namun tidak mendapat jawaban, pelapor kemudian mengecek kamar mandi dan mendapati korban dalam posisi tergantung menggunakan selang berwarna hijau yang terikat pada kayu plafon.
Pelapor yang panik kemudian segera melepaskan ikatan tersebut dan memanggil saksi lainnya untuk membantu. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Gema Santi guna mendapatkan penanganan medis.
Namun setelah diperiksa oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Benar ada kejadian tersebut. Korban ditemukan di kamar mandi dalam kondisi tergantung. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, ditemukan bekas jeratan pada bagian leher korban yang diduga akibat selang yang digunakan untuk gantung diri. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Sementara dari keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat mengaku mengalami kerugian sekitar Rp50 juta akibat bermain judi online. Hal tersebut diduga menimbulkan tekanan psikologis bagi korban.
Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna memastikan penyebab kematian secara pasti. (*)