GIANYAR, BALINEWS.ID – Forum Perbekel Provinsi Bali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 di seluruh wilayah Bali.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Gianyar. Ketua Forum Perbekel Provinsi Bali, I Gede Pawana, Rabu (18/2), menyampaikan bahwa seluruh perbekel di Bali siap bersinergi menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Ia menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dengan aparat keamanan, penguatan komunikasi sosial di tingkat desa, serta menjaga netralitas aparatur desa dalam setiap proses Pilkades 2026.
“Perbekel memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan masyarakat tetap rukun dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Netralitas aparatur desa menjadi kunci terciptanya Pilkades yang jujur dan damai,” tegasnya.
Selain itu, Forum Perbekel juga menyatakan dukungan penuh terhadap Program Cakrawasi yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah Bali. Program tersebut difokuskan pada pengawasan serta pendataan warga negara asing yang berada di Bali guna menjaga stabilitas keamanan.
Melalui sinergi antara pemerintah desa, aparat kepolisian, dan unsur terkait lainnya, para perbekel berkomitmen mengimplementasikan Program Cakrawasi secara aktif dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan seluruh aktivitas masyarakat, termasuk warga negara asing, berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kabid Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali, I Gede Made Dwipayana, menegaskan pentingnya kesiapan administrasi dan regulasi dalam pelaksanaan Pilkades 2026. Ia memastikan seluruh tahapan akan dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan, secara transparan, profesional, dan akuntabel.
Pihaknya juga mendorong kepala desa untuk rutin melakukan pendataan penduduk, termasuk memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing melalui koordinasi lintas sektor. Langkah ini dinilai penting guna mendukung tata kelola pemerintahan desa yang tertib administrasi sekaligus menjaga stabilitas sosial menjelang Pilkades.
Dengan komitmen bersama antara Forum Perbekel, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, Pilkades 2026 di Bali diharapkan berlangsung aman, tertib, demokratis, serta semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. (*)


