Slot Header 970×90

Antrean BBM Mengular di Denpasar, Pertamina Datangkan 26.200 KL untuk Perkuat Pasokan Bali

Oleh Fery Fadli · null

13 Oktober 2026 pukul 14.35 WITA · 2 menit baca

Antrean BBM Mengular di Denpasar, Pertamina Datangkan 26.200 KL untuk Perkuat Pasokan Bali

DENPASAR, BALINEWS — Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, Bali, Senin (12/10/2026). Kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak mengisi Pertalite dan Pertamax Ron 92 memadati area SPBU hingga memicu kemacetan di jalan raya.

Pantauan di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Tengah sekitar pukul 09.00 WITA menunjukkan antrean sepeda motor dan mobil memanjang hingga ke luar area pengisian bahan bakar.

Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, sekitar pukul 12.30 WITA. Kendaraan yang hendak mengisi Pertalite dan Pertamax juga mengantre hingga keluar area SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dengan mengoptimalkan distribusi ke SPBU berdasarkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kapal pengangkut BBM telah dijadwalkan bersandar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat Bali.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).

Pertamina menyebut kapal pengangkut yang datang membawa 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Selain itu, kedatangan kapal pengangkut BBM dijadwalkan secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis. Total muatan yang dijadwalkan mencapai 26.200 KL.

Pertamina menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan dan memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Bali.

Perusahaan juga mengoptimalkan pembongkaran muatan serta penyaluran BBM dari terminal menuju SPBU. Evaluasi distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah.

Menurut Ahad, rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam perencanaan pasokan dan penentuan prioritas distribusi BBM.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU, Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Masyarakat juga diminta mengakses kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi mengenai pasokan maupun layanan BBM.

Untuk mendapatkan informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Sementara itu, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Denpasar menjadi perhatian masyarakat di tengah kebutuhan akan kepastian ketersediaan BBM dan kelancaran distribusinya hingga ke tingkat SPBU.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.