DENPASAR, BALINEWS - Negara-negara anggota G7 sepakat untuk melepaskan 100 juta barel minyak dan diesel dari cadangan mereka. Keputusan ini diambil dalam upaya menstabilkan harga energi yang melonjak.
Pertemuan darurat G7 ini dipicu oleh ancaman larangan ekspor bahan bakar dari Amerika Serikat.
Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan di pasar energi global.
Keputusan ini berpotensi mempengaruhi harga bahan bakar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang sangat bergantung pada impor energi. Dampak lebih lanjut terhadap pasar lokal masih perlu diamati.
Indonesia, termasuk Bali, sangat bergantung pada impor energi, sehingga keputusan G7 ini dapat mempengaruhi harga bahan bakar lokal.

