Generasi Muda Kian Jarang Berbahasa Bali, Nyoman Parta Dorong Penguatan di Lingkup Keluarga

GIANYAR, BALINEWS.ID — Anggota DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta, mengingatkan adanya kecenderungan penurunan penggunaan bahasa Bali di kalangan generasi muda. Berdasarkan temuan yang ia paparkan, sekitar 13 persen anak muda Bali kini tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam komunikasi sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan saat pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII 2026 di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Jumat (27/2/2026) sore. Menurut Parta, meski bahasa Bali masih tergolong aman, dari sisi psikologi budaya penggunaannya kian tergerus karena tidak dibiasakan secara intens di ruang-ruang keluarga.

BACA JUGA :  Karangasem Perangi Sampah dari Hulu: TPA Ditutup, Desa Wajib Bergerak

“Dalam praktik sehari-hari, percakapan di rumah banyak beralih ke bahasa Indonesia atau campuran. Sekitar 27 persen anak muda masih menggunakan bahasa Bali secara utuh, sementara lebih dari separuh menggunakan bahasa campuran. Ada pula 13 persen yang tidak lagi berbahasa Bali. Ini patut menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pembiasaan bahasa ibu idealnya dimulai sejak usia dini, terutama rentang 0–5 tahun. Ketika anak tidak memperoleh paparan bahasa Bali sejak kecil, kecenderungannya akan makin jauh dari bahasa tersebut saat dewasa. Parta juga mengajak para penyuluh bahasa Bali memperkuat pendampingan keluarga muda agar bahasa Bali tetap hidup di rumah tangga.

BACA JUGA :  Cuaca Bali Panas, Kulit Rentan Kena Biang Keringat, Begini Cara Menyembuhkannya

Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII tahun ini dikemas secara daring sebagai bentuk adaptasi dan inovasi pelestarian bahasa. Mengusung tema “Jaga Basa Bali, Jaga Gumi Bali”, ajang ini memberi ruang kreativitas generasi muda melalui karya seni dan sastra berbasis digital. Lomba meliputi Matembang Pop Bali, Ngripta lan Ngwacen Basa Bali, video reportase bertema lingkungan dan pariwisata, serta video drama cutet bertema promosi UMKM.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, mengapresiasi konsistensi kegiatan tersebut sebagai upaya konkret menjaga bahasa dan budaya Bali di tengah arus digitalisasi. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa, menegaskan pentingnya penguatan bahasa Bali sebagai bahasa ibu yang berjalan seiring penguasaan bahasa Indonesia dan bahasa asing.

BACA JUGA :  Anggota DPR Usul Legalisasi Kasino Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

“Penguatan SDM Bali idealnya trilingual. Pelestarian bahasa Bali perlu dilakukan berkelanjutan, dipelajari dan diajarkan lintas generasi,” tegasnya.

Pengumuman pemenang dihadiri perangkat desa, para Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar, serta yowana peserta lomba. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

GIANYAR, BALINEWS.ID — Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII Tahun 2026 bertema “Jaga Basa Bali, Jaga Gumi Bali”...
GIANYAR, BALINEWS.ID – Tim gabungan dari Polda Bali dan Polres Gianyar masih mendalami temuan potongan tubuh manusia di...
TABANAN, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tabanan (BKPSDM) menggelar...
Putu Artha menegaskan, ngempu cucu hari ini bukan cuma soal merawat, tapi memastikan mereka tumbuh di lingkungan yang...