DENPASAR, BALINEWS – Kesiapan ketahanan pangan Bali menghadapi potensi fenomena El Niño menjadi sorotan dalam diskusi bulanan Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali bertajuk #NgopiSantuy, Jumat (30/10/2026). Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Nyoman Suyasa, ST, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya dalam memperkuat infrastruktur pengairan guna menjaga produktivitas pertanian.
Dalam diskusi yang berlangsung di sebuah warung kopi sederhana di Denpasar tersebut, Suyasa menyampaikan bahwa ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan merupakan aspek penting yang harus dipersiapkan sejak dini.
Menurutnya, potensi dampak El Niño perlu diantisipasi melalui perencanaan yang matang, termasuk kemungkinan penambahan anggaran untuk pembangunan maupun perbaikan saluran air yang menunjang kebutuhan sektor pertanian.
"Kesiapsiagaan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam menghadapi El Niño harus benar-benar dipersiapkan. Termasuk penambahan anggaran untuk infrastruktur saluran air. Ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan itu harga mati, sehingga harus disiapkan dari sekarang," ujar Suyasa.
Menanggapi pertanyaan mengenai kecukupan ketahanan pangan di Bali, Suyasa menilai kondisi ketersediaan pangan di Pulau Dewata selama ini cukup baik. Ia juga menyampaikan pandangan positif terhadap kondisi ketahanan pangan nasional, khususnya terkait ketersediaan beras.
Ia menyebut program ketahanan pangan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu upaya yang mendapat perhatian dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Selain pangan, Suyasa turut menekankan pentingnya ketahanan energi sebagai faktor strategis yang berkaitan dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
"Ketersediaan pangan dan energi merupakan faktor yang sangat krusial. Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ketersediaan pangan dan energi di Bali saat ini relatif aman," ungkapnya.
Meski demikian, kesiapan menghadapi perubahan iklim tetap membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama dalam memastikan infrastruktur pengairan mampu mendukung kebutuhan pertanian apabila terjadi penurunan curah hujan.
Diskusi tersebut merupakan bagian dari program #NgopiSantuy yang digagas IWO Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Ketua IWO Bali, Tri Widiyanti. Program ini direncanakan berlangsung setiap bulan dengan menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh di Bali untuk membahas berbagai isu aktual yang menjadi perhatian masyarakat.
Melalui forum tersebut, wartawan yang tergabung dalam IWO Bali diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, menggali informasi, serta menyuarakan aspirasi masyarakat secara langsung kepada para narasumber.
Suasana diskusi berlangsung santai namun serius, dengan dialog terbuka mengenai persoalan pembangunan dan kepentingan masyarakat Bali.
Turut hadir Ketua PD IWO Kota Denpasar beserta jajaran, Ketua PD IWO Kabupaten Badung beserta jajaran, serta pengurus dan seluruh anggota IWO Provinsi Bali.
IWO Bali berharap kegiatan diskusi bulanan ini dapat menjadi jembatan komunikasi antara insan pers dan para pemangku kebijakan, sekaligus menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat mengenai berbagai persoalan strategis di Bali.

