SUMATRA, BALINEWS – PT Hutama Karya (Persero) melakukan pemeliharaan di tiga ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yakni Tol Binjai–Langsa, Tol Pekanbaru–Dumai (Permai), dan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka). Bersamaan dengan itu, perusahaan juga membangun Exit Tol Mataram Jaya di KM 274 Tol Terpeka, Sumatra Selatan, untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Pemeliharaan di sejumlah titik tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026, bergantung pada lokasi dan jenis pekerjaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi jalan tol sekaligus mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan situasi lalu lintas.
“Pemeliharaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Hutama Karya untuk memastikan setiap ruas jalan tol yang kami kelola senantiasa berada dalam kondisi optimal,” ujar Hamdani.
Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan oleh PT Hakaaston (HKA), anak usaha Hutama Karya yang menangani operasi dan pemeliharaan infrastruktur jalan tol.
Di Tol Binjai–Langsa, pekerjaan meliputi pemeliharaan oprit Jembatan Batang Serangan di KM 55+100 hingga KM 55+300, yang ditargetkan selesai pada akhir November 2026. Rekonstruksi perkerasan kaku juga dilakukan di KM 62+900 Jalur A Lajur 1 dan 2, dengan target penyelesaian pada akhir Oktober 2026.
Sementara itu, di Tol Pekanbaru–Dumai, perbaikan perkerasan lentur dilaksanakan di empat titik Jalur A Lajur 2, yakni KM 91+240–KM 91+625, KM 91+800–KM 92+000, KM 94+793–KM 94+826, dan KM 101+720–KM 101+740. Pekerjaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Oktober 2026.
Adapun di Tol Terpeka, rekonstruksi perkerasan kaku dilakukan di empat titik Jalur A Lajur 1, yaitu KM 172+315–KM 172+325, KM 165+615–KM 165+620, KM 174+260–KM 174+270, dan KM 165+450–KM 165+460. Pekerjaan ini juga dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Oktober 2026.
Selain pemeliharaan jalan, Hutama Karya membangun barrier gate di KM 281 dan Exit Tol Mataram Jaya di KM 274 Tol Terpeka. Akses baru tersebut diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat menuju dan dari Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi setempat.
Selama pembangunan berlangsung, Hutama Karya menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penyempitan jalur di KM 282 hingga KM 280 arah Palembang–Lampung.
Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di sekitar lokasi pekerjaan. Hutama Karya bersama HKA juga menyiagakan petugas dan memasang rambu peringatan serta perlengkapan keselamatan kerja untuk mendukung pengamanan lalu lintas.
Hamdani mengatakan pemeliharaan berkala dan pembangunan akses baru merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas manfaat konektivitas jalan tol bagi masyarakat.
Pengguna jalan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi lalu lintas, lokasi pekerjaan, dan layanan jalan tol melalui akun media sosial resmi @HutamaKaryaTollRoad serta aplikasi Mozy. Informasi dan bantuan perjalanan juga tersedia melalui call center Hutama Karya di nomor 150-700 atau WhatsApp 08112-77000.
Hutama Karya meminta maaf atas potensi ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung dan mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati hingga melintasi area pekerjaan.

