TABANAN, BALINEWS.ID – Hujan deras yang terjadi di Kecamatan Pupuan, Tabanan pada Kamis (15/1/26) mengakibatkan longsor dan pohon tumbang. Bahkan Jalan Antosari-Pupuan yang menjadi penghubung dua Kabupaten, Tabanan dan Buleleng terputus.
Akibatnya akses utama masyarakat yang biasanya menggunakan jalan ini, harus berputar arah lebih jauh atau mencari akses alternatif lainnya untuk bisa sampai ke tempat tujuannya.
Menurut Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana, setidaknya ada tiga titik longsor dan pohon tumbang diantaranya dua titik di Desa Sanda dan satu titik di Desa Batungsel, Pupuan, Tabanan.
“Akibat hujan deras, terjadi longsor dan pohon tumbang di beberapa titik yang menutupi badan jalan provinsi, sehingga jalur Antosari – Pupuan sempat tidak bisa dilalui,” terang Dwipayana.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan bersama tim gabungan lainnya yang mendapatkan informasi adanya longsor dan pohon tumbang berupaya untuk mengembalikan akses jalan Antosari – Pupuan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tabanan, Satker PU Provinsi, TNI-Polri, Camat Pupuan, Perbekel Desa Batungsel dan Desa Sanda bersama masyarakat bahu membahu menangani maupun membersihkan tanah longsor dan pohon tumbang.
Kade Dwipayana menerangkan, longsor dan pohon tumbang terjadi sekitar pukul 17.59 wita. Penanganan pertama berlangsung di Desa Batungsel lalu dilanjutkan di Desa Sanda. Tepat pukul 23.00 wita, akses jalan kembali pulih.
“Seluruh proses pembersihan di Batungsel dan Sanda sudah selesai dilakukan. Akses juga sudah normal kembali,” jelasnya.
Meskipun akses Jalan Antosari-Pupuan penghubung Antosari, Tabanan dan Seririt, Buleleng sudah pulih. Dwipayana mengimbau agar masyarakat tetap waspada saat melalui jalur tersebut terutama saat hujan deras.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Pupuan,” pungkasnya. (*)

