Kasus Pencurian di Denpasar Naik Sepanjang 2025, Tertinggi Curanmor

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi menyampaikan paparan rilis akhir tahun di Mapolresta Denpasar.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi menyampaikan paparan rilis akhir tahun di Mapolresta Denpasar.

DENPASAR, BALINEWS.ID –  Sepanjang 2025, Polresta Denpasar mencatat kenaikan tren kasus menonjol sebanyak 12 kasus atau 1,65 persen di wilayah hukumnya. Salah satu kejahatan yang mendominasi peningkatan tersebut adalah pencurian. Tertinggi adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak 209 kasus, disusul kasus pencurian dengan pemberatan (curat) 191 kasus, dan pencurian dengan kekerasan (curas) 47 kasus.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa tren kasus menonjol di wilayah hukum Polresta Denpasar pada 2025 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024.

“Untuk tren kasus menonjol di daerah hukum Polresta Denpasar, secara keseluruhan mengalami peningkatan kejadian sebanyak 12 kasus atau 1,65 persen apabila dibandingkan tahun 2024 dengan tahun 2025,” ujar Kompol Sukadi.

BACA JUGA :  Kominfo Siapkan Aturan Baru Jual Beli HP Bekas, Bakal Mirip Balik Nama Motor

Ia menegaskan, jenis kejahatan yang paling dominan mengalami peningkatan selain narkoba adalah pencurian, khususnya pencurian dengah kekerasan (curas).

“Kasus yang paling banyak mengalami peningkatan adalah pencurian dengan kekerasan, naik 30 kasus atau 176 persen dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.

Meski demikian, Kompol Sukadi menyebutkan bahwa secara umum angka kriminalitas justru mengalami penurunan.

“Angka kejahatan kriminal pada tahun 2025 mengalami penurunan sebanyak 67 kasus. Untuk jenis pelanggaran juga mengalami penurunan sebanyak 19 kasus atau 90,48 persen,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pujawali di Pura Puseh Gianyar Labda Karya, Lestarikan Warisan Leluhur Sejak Era Raja Ida Dewa Manggis

Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi kamtibmas yang ideal. Menurutnya, gangguan terhadap ketertiban umum justru mengalami peningkatan signifikan.

“Untuk gangguan terhadap ketertiban umum pada tahun 2025 mengalami kenaikan sebanyak 79 kasus. Sementara kejadian bencana juga meningkat 24 kejadian,” kata Sukadi.

Ia menegaskan, peningkatan kasus menonjol, khususnya pencurian, menjadi perhatian serius Polresta Denpasar di tengah tingginya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan.

“Peningkatan pada kasus menonjol ini menjadi fokus kami untuk terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum,” tegasnya.

BACA JUGA :  Deretan Pernyataan Kontroversial dari Menkes Budi, Dari Gaji hingga Celana

Untuk menekan gangguan kamtibmas, Polresta Denpasar telah melakukan sejumlah upaya, antara lain sinergitas dengan instansi terkait, pelaksanaan cooling system melalui sambang kamtibmas, kegiatan Jumat Curhat dan Minggu Kasih, serta KRYD dan penertiban penduduk pendatang (tibduktang).

Kompol Sukadi pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan pencurian dan segera melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kejahatan. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

NASIONAL, BALINEWS.ID - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah atau awal Ramadan 2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Indonesia kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah tercatat sebagai negara dengan tingkat perlindungan terhadap penipuan...
DENPASAR, BALINEWS.ID – Seorang sopir truk berinisial DP (51) ditemukan meninggal dunia di area gudang kawasan Jalan By...
BADUNG, BALINEWS.ID - A vibrant atmosphere of energy and cultural fusion filled 69 Bar & Resto on Tuesday...