Slot Header 970×90

Kebutuhan Darah Gianyar Tembus 1.200 Kantong Per Bulan, PMI Perluas Strategi Jemput Bola

Oleh Indra · null

2 Oktober 2026 pukul 15.02 WITA · 2 menit baca

Program donor darah di Gianyar oleh PMI.
Program donor darah di Gianyar oleh PMI. — PMI Gianyar

GIANYAR, BALINEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bentuk yadnya—pengorbanan tulus demi kemanusiaan. Selain membantu pasien yang membutuhkan transfusi, aksi sukarela ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang berdampak langsung pada kesehatan pendonor.

Ajakan ini bukan tanpa alasan. Tingginya kebutuhan darah di Kabupaten Gianyar menjadi tantangan tersendiri bagi PMI dalam menjaga ketersediaan stok setiap saat.

Tantangan Stok Darah dan Urgensi Donor Rutin

  • Kebutuhan Bulanan: Pelayanan kesehatan di Gianyar membutuhkan rata-rata 1.000 hingga 1.200 kantong darah setiap bulan.

  • Golongan Darah Kritis: Seluruh golongan darah sangat dibutuhkan, namun golongan darah O memerlukan perhatian ekstra karena ketersediaannya kerap menjadi tantangan.

  • Manfaat Kesehatan: Donor rutin berkala (interval ~3 bulan) membantu meregenerasi sel-sel darah baru dan menjaga kesehatan tubuh.

Ketua PMI Kabupaten Gianyar, Ni Made Ratnadi, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan darah tidak bisa hanya mengandalkan aksi insidental atau situasi darurat.

“Kebutuhan darah harus selalu siap karena tidak selalu dapat diprediksi. Jangan menunggu ada keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan baru tergerak. Dengan donor darah rutin, kita membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien setiap saat,” ujar Ratnadi, Jumat (2/10/2026).

Strategi Jemput Bola dan Pelibatan Generasi Muda

Untuk memenuhi target bulanan, PMI Gianyar melalui Unit Transfusi Darah (UTD)—yang didukung 23 personel UTD dan 14 personel markas—mengoptimalkan strategi pelayanan langsung ke masyarakat:

  1. Sistem Jemput Bola: Menggelar kegiatan rutin bulanan di berbagai kecamatan, perusahaan, hingga instansi pemerintahan agar masyarakat dapat berdonor tanpa harus datang ke markas pusat.

  2. Edukasi Generasi Muda: Mendorong pemuda untuk membangun kebiasaan berdonor sejak dini demi menciptakan budaya sukarela yang berkelanjutan.

  3. Sinergi Lintas Sektor: Membuka ruang partisipasi bagi lingkungan kerja dan institusi pemerintah guna memperkuat semangat solidaritas.

Dalam budaya Bali, donor darah diselaraskan dengan nilai yadnya—persembahan dan pengorbanan tulus tanpa mengharapkan imbalan. PMI Gianyar berharap kesadaran ini terus tumbuh sehingga ketersediaan 1.200 kantong darah per bulan dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.