Slot Header 970×90

Berantas Narkoba, BNN Gianyar Gandeng 64 Badan Permusyawaratan Desa

Perkuat Sinergi Hingga Akar Rumput

Oleh Indra · null

2 Oktober 2026 pukul 15.07 WITA · 1 menit baca

Kepala BNN Kabupaten Gianyar (Sudirman, S.Ag.,M.Si) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 64 Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Gianyar.
Kepala BNN Kabupaten Gianyar (Sudirman, S.Ag.,M.Si) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 64 Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Gianyar. — HUMAS BNNK GIANYAR

GIANYAR, BALINEWS — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar resmi menjalin kerja sama strategis dengan 64 Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Gianyar, Kamis (1/10/2026). Langkah ini ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai upaya memperkuat sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat tapak.

Prosesi penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, sebagai wujud dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kolaborasi lintas sektor.

Poin Penting Kerja Sama P4GN Lintas Desa

  • Edukasi & Sosialisasi: Memperluas pemahaman masyarakat desa terkait bahaya laten penyalahgunaan narkotika.

  • Deteksi Dini: Membangun kesiapsiagaan lingkungan desa agar lebih tanggap terhadap potensi ancaman dan peredaran narkoba.

  • Penguatan Peran BPD: Memanfaatkan posisi strategis BPD dalam menyerap aspirasi sekaligus membangun kepedulian warga di tingkat akar rumput.

Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Sudirman, menegaskan bahwa penanganan masalah narkotika memerlukan tindakan kolektif yang tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja.

“Permasalahan narkotika membutuhkan dukungan dan sinergi dari pemerintah, lembaga kemasyarakatan, aparat, keluarga, serta masyarakat,” tegas Sudirman.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, mengapresiasi langkah kolaboratif ini. Menurutnya, keberadaan BPD sangat krusial untuk memastikan edukasi dan pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kehidupan warga.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.