Slot Header 970×90

Kejar Pertumbuhan 6% pada 2027, Pemerintah Dorong Investasi dan Produktivitas

Oleh Fery Fadli · null

29 September 2026 pukul 17.59 WITA · 4 menit baca

Kejar Pertumbuhan 6% pada 2027, Pemerintah Dorong Investasi dan Produktivitas

JAKARTA, BALINEWS — Pemerintah menyiapkan strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 dengan mengandalkan peningkatan investasi, produktivitas tenaga kerja, ekspor bernilai tambah, serta penguatan sektor-sektor strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan target tersebut akan dibarengi dengan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen. Menurut dia, terdapat tiga kondisi yang perlu dipenuhi untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, yakni pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), peningkatan produktivitas per pekerja, serta peningkatan ekspor bernilai tambah yang didukung sistem logistik yang efisien.

“Untuk tahun 2027, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0%, inflasi 2,5%. Tiga kondisi harus terpenuhi yakni pertumbuhan investasi yang melampaui pertumbuhan PDB, produktivitas per pekerja yang lebih tinggi, dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi dengan dukungan logistik yang efisien,” ujar Airlangga dalam HSBC Summit 2026: Mobilising Growth In a New Global Order, Selasa (29/9/2026).

Target tersebut disiapkan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. Pemerintah mencatat terdapat tiga kanal risiko utama yang perlu diantisipasi, yakni energi dan logistik, perdagangan dan investasi, serta pasar keuangan.

Meski menghadapi tekanan eksternal, ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pemerintah juga mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen, tingkat kemiskinan 8,07 persen, rasio Gini 0,368, dan tingkat pengangguran 4,65 persen.

Dari sisi investasi, sebanyak 50,2 persen realisasi investasi pada semester I-2026 berada di luar Jawa. Pemerintah juga menyebut Indonesia mempertahankan peringkat kredit BBB dengan prospek stabil dari S&P.

Pemerintah Siapkan Empat Strategi

Untuk mencapai target pertumbuhan, pemerintah menyiapkan empat strategi utama. Pertama, deregulasi dan debottlenecking berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026.

Kedua, penguatan investasi dan pembiayaan. Ketiga, peningkatan produktivitas dan keterampilan tenaga kerja melalui program magang yang menyasar 150.000 peserta serta 220.000 lulusan vokasi.

Keempat, perluasan akses pasar dan diplomasi ekonomi. Pemerintah mencatat 25 perjanjian perdagangan telah diimplementasikan, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap negosiasi.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029, pemerintah juga mengoptimalkan bauran kebijakan. Kebijakan fiskal akan berperan sebagai katalis, sementara kebijakan moneter diarahkan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembiayaan perbankan.

Pemerintah juga mengandalkan Danantara bersama sektor swasta untuk mempercepat investasi. Mesin pertumbuhan diarahkan pada sejumlah sektor, antara lain kendaraan listrik, digitalisasi, semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pertanian, dan energi.

Investasi Capai Rp1.010 Triliun

Momentum investasi nasional terus berlanjut. Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai sekitar Rp1.010 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi tersebut disebut telah menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja. Komposisinya terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 50,2 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 49,8 persen.

Pemerintah juga memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kepastian layanan. Salah satunya melalui penerapan Service Level Agreement (SLA) untuk mempercepat proses persetujuan dan perizinan berbasis risiko.

Upaya mengatasi hambatan investasi juga dilakukan melalui Satuan Tugas Deregulasi. Hingga kini, satuan tugas tersebut telah menyelesaikan 135 dari 177 pengaduan terkait kendala regulasi dan investasi.

Selain itu, pemerintah terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat investasi dan pertumbuhan ekonomi baru. Saat ini terdapat 25 KEK dengan luas hampir 24.000 hektare yang mencakup sektor industri, pariwisata, kesehatan, pendidikan, teknologi, digital, dan jasa.

Kejar Talenta Digital dan Perluas Pasar

Transformasi digital menjadi salah satu fondasi yang disiapkan pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Airlangga menyebut QRIS telah digunakan oleh 61 juta pengguna dan 44 juta merchant, sementara nilai ekonomi digital Indonesia mendekati US$100 miliar.

Pengembangan ekosistem digital diarahkan untuk membangun rantai nilai yang mencakup pusat data, AI, semikonduktor hingga pengembangan talenta digital.

Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta tenaga digital hingga 2030 atau sekitar 600.000 tenaga profesional setiap tahun. Sementara itu, kawasan Nongsa ditargetkan dapat menciptakan lebih dari 8.000 lapangan kerja di sektor teknologi.

Di sektor pendidikan, pengembangan KEK juga diarahkan untuk memperkuat talenta digital. Salah satunya melalui KEK pendidikan di Malang yang telah menjadi lokasi operasional King’s College dan akan segera membuka India Institute of Management Bangalore.

Pemerintah juga mempertahankan fokus pada industri padat karya. Industri tekstil dan alas kaki disebut menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor sekitar US$12 miliar.

Dari sisi perdagangan internasional, pemerintah memperkuat posisi Indonesia melalui forum G20 dan proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang telah mencapai hampir 80 persen. Indonesia juga terus mengupayakan keanggotaan dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Airlangga menekankan bahwa pencapaian indikator ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Angka semata tidak menciptakan kemakmuran, yang terpenting adalah mengubah investasi, teknologi, dan reformasi menjadi lapangan kerja, produktivitas, dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat kita,” pungkas Airlangga.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.