Slot Header 970×90

Kemenkes Tegaskan Flu Ringan Tak Perlu Antivirus, Cukup Istirahat

Oleh Fery Fadli · null

29 September 2026 pukul 17.38 WITA · 2 menit baca

Kemenkes Tegaskan Flu Ringan Tak Perlu Antivirus, Cukup Istirahat

JAKARTA, BALINEWS — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan sebagian besar kasus influenza ringan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis yang kompleks. Obat antivirus seperti Oseltamivir tidak diperuntukkan bagi batuk dan pilek biasa, tetapi diprioritaskan untuk pasien dengan influenza berat dan kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi.

Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, Pompini Agustina Sitompul, mengatakan influenza pada umumnya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri atau self-limiting disease. Penanganan khusus diperlukan ketika penyakit berkembang menjadi berat, terutama pada kelompok tertentu.

“Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,” ujar Pompini dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Pompini, Oseltamivir tidak digunakan untuk mengatasi common cold atau batuk pilek biasa. Antivirus tersebut dapat diberikan pada pasien dengan influenza berat, termasuk mereka yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen.

“Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil,” katanya.

Ahli Farmakologi Dewi Selvina Rosdiana juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan Oseltamivir tanpa indikasi medis. Penggunaan obat tersebut tanpa kebutuhan yang tepat dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama pada anak.

Menurut Dewi, anak yang mengonsumsi Oseltamivir memiliki risiko mengalami muntah hingga 1,6 kali lebih tinggi.

Anak Sakit Diminta Tidak Masuk Sekolah

Dokter Spesialis Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Mulya Rahma Karyanti menekankan pentingnya membatasi aktivitas anak ketika mengalami gejala batuk dan pilek untuk mencegah penularan kepada orang lain.

“Untuk anak-anak yang lagi batuk pilek, sebaiknya tidak ke sekolah dulu, sebaiknya dia istirahat. Karena kalau dia ke sekolah, dia akan menularkan ke anak-anak sehat sekitarnya,” ujar Karyanti.

Selain meminta anak beristirahat di rumah, Karyanti menganjurkan orang tua memisahkan peralatan makan yang digunakan oleh anak yang sedang mengalami flu.

Orang tua juga diminta mengajarkan etika batuk yang benar, yakni menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko penyebaran virus melalui droplet atau percikan air liur.

Kemenkes merekomendasikan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya pencegahan influenza.

Vaksinasi influenza tahunan juga direkomendasikan sebagai langkah perlindungan jangka panjang. Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia enam bulan hingga dewasa.

Dengan demikian, masyarakat yang mengalami flu ringan diimbau tidak langsung menggunakan antivirus. Istirahat yang cukup dan pemantauan gejala menjadi langkah utama, sementara pertolongan medis diperlukan apabila muncul tanda-tanda penyakit yang lebih berat.

Fery Fadli

Fery Fadli

null

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.