BADUNG, BALINEWS.ID – Dibalik keindahan pemandangan dan infrastruktur jembatan Tukad Bangkung, tersimpan kisah mistis yang telah menjadi bagian dari cerita masyarakat sekitar. Jembatan yang berlokasi di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, kerap menjadi saksi aksi bunuh diri.
Jembatan yang dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di Asia Tenggara ini menghubungkan tiga kabupaten, yakni Badung, Bangli, dan Buleleng. Keindahan jembatan ini yang memukau pada siang hari berubah menjadi aura penuh misteri ketika malam menjelang. Sejak pertama kali dibangun, terdapat lima kejadian bunuh diri yang terjadi di sana. Kejadian-kejadian tragis ini menyisakan cerita tentang roh-roh para korban yang diduga masih bergentayangan di sekitar jembatan, menciptakan suasana yang angker dan mistis.
“Dahulu ada seorang wanita melompat ke arah selatan, kemudian anggota TNI yang gantung diri. Kemudian diikuti oleh kakak beradik asal Buleleng, dan baru-baru ini seorang polisi serta gadis asal Buleleng,” ujar seorang pemilik warung makan yang berada tepat di timur jembatan.
Beberapa pengendara yang melintas pada malam hari sering mengaku melihat sosok bayangan hitam atau bahkan seorang wanita berbaju putih yang tiba-tiba menghilang. Tak jarang, suara tangisan atau bisikan samar terdengar meski tidak ada siapa-siapa di sekitar.
Made, seorang pengendara yang sering melewati rute tersebut menceritakan pengalamannya mendengar suara tangisan dari kejauhan. Saat ia menoleh ke spion, ada bayangan putih berdiri di tengah jembatan. Namun, saat dilihat, bayangan tersebut hilang.
“Pernah satu malam saya lewat sekitar pukul 2 dini hari. Awalnya biasa saja, tapi tiba-tiba saya mendengar suara tangisan dari kejauhan. Saat saya menoleh ke spion, ada bayangan putih berdiri di tengah jembatan, tetapi begitu saya melihat langsung, sosok itu menghilang begitu saja,” tuturnya.
Fenomena mistis lainnya yang kerap dialami pengendara adalah mesin kendaraan yang tiba-tiba mati tanpa alasan yang jelas, atau sensasi seperti ada yang menepuk bahu padahal tidak ada orang di sekitar.
Masyarakat sekitar tidak tinggal diam menghadapi fenomena ini. Pada bulan Desember 2021, Pemerintah Kabupaten Badung bersama tokoh adat setempat mengadakan upacara Karipubaya Genah Karang Panas, sebuah ritual yang bertujuan untuk membersihkan jembatan dari energi negatif. Upacara ini dipercaya dapat menenangkan roh-roh yang belum menemukan kedamaian.
Meski upacara tersebut sudah dilakukan, kisah-kisah mistis di sekitar Jembatan Tukad Bangkung masih terus berlanjut. Banyak orang mengaku merasakan hawa dingin yang tak biasa saat melintasi jembatan, terutama pada malam hari.
Keindahan dan misteri yang menyelimuti Jembatan Bangkung tetap menjadi kombinasi yang sulit dilupakan, baik untuk menikmati pemandangan atau merasakan sensasi tak dapat dijelaskan yang ada di sana. (*)