Slot Header 970×90

Nasional

Keren! Tiga Gubernur Bali-Nusra Bersatu Hadapi Gempa Flores

Oleh Giostanovlatto Sinantong · Redaksi

20 Agustus 2026 pukul 19.42 WITA · 2 menit baca

BALINEWS.ID - Gempa bumi yang mengguncang Flores bukan hanya menjadi ujian bagi Nusa Tenggara Timur. Bencana ini juga memperlihatkan apakah kerja sama Bali, NT…
BALINEWS.ID - Gempa bumi yang mengguncang Flores bukan hanya menjadi ujian bagi Nusa Tenggara Timur. Bencana ini juga memperlihatkan apakah kerja sama Bali, NT… — BaliNews.id

BALINEWS.ID - Gempa bumi yang mengguncang Flores bukan hanya menjadi ujian bagi Nusa Tenggara Timur. Bencana ini juga memperlihatkan apakah kerja sama Bali, NTB, dan NTT yang baru dibangun benar-benar bisa bekerja ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal datang ke Labuan Bajo untuk melihat langsung dampak gempa berkekuatan M7,7. Mereka disambut Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam upaya mempercepat penanganan dan pemulihan warga terdampak.

Tiga Gubernur, Satu Kawasan

Kerja sama tiga provinsi ini bukan baru muncul setelah gempa. Bali, NTB, dan NTT sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional lintas sektor pada awal 2026.

Gagasan yang dikenal sebagai Trio Gubernur Bali-Nusra tersebut dirancang untuk mengurangi sekat birokrasi dan membangun kawasan Sunda Kecil sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.

Gempa Flores kini menjadi salah satu momentum pertama yang memperlihatkan bentuk konkretnya.

Pemerintah Bali dan NTB bersama Kodam IX/Udayana mengirimkan tim medis dan bantuan logistik, sekaligus melakukan asesmen kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Bukan Sekadar Soal Bantuan Bencana

Yang menarik, kerja sama Bali-Nusra sebenarnya memiliki agenda yang jauh lebih besar daripada penanganan bencana.

Ketiga daerah ingin membangun kawasan yang saling melengkapi. Bali memiliki kekuatan sebagai pusat pariwisata, sementara NTB dan NTT memiliki destinasi dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bersama.

Dalam sektor pariwisata, misalnya, ketiganya diarahkan menjadi satu jaringan destinasi. Wisatawan yang datang ke Bali diharapkan tidak berhenti di Pulau Dewata, tetapi bisa melanjutkan perjalanan ke Mandalika di NTB atau Labuan Bajo di NTT.

Artinya, persaingan antarwilayah perlahan diarahkan menjadi kolaborasi.

Dari Pariwisata sampai Rantai Pasok

Konsep ini juga menyentuh konektivitas transportasi, rantai pasok, energi terbarukan, serta tata ruang yang mempertimbangkan lingkungan dan budaya.

NTB dan NTT, misalnya, dapat memasok kebutuhan pangan, peternakan, dan logistik untuk menopang industri pariwisata Bali dan Labuan Bajo. Sementara konektivitas udara, laut, dan darat menjadi kunci agar pergerakan orang dan barang antarwilayah semakin efisien.

Karena itu, kehadiran Koster dan Iqbal di Flores memiliki arti lebih besar daripada sekadar kunjungan antarpemerintah daerah.

Ujian Awal untuk Golden Triangle

Bagi Bali, kerja sama ini menarik untuk diperhatikan. Selama bertahun-tahun, pertumbuhan pariwisata Pulau Dewata berjalan jauh lebih cepat dibandingkan banyak wilayah di sekitarnya.

Jika konsep Bali-Nusra benar-benar berjalan, hubungan itu bisa berubah. Bali tidak hanya menjadi tujuan akhir wisatawan, tetapi bagian dari koridor ekonomi yang menghubungkan tiga provinsi.

Untuk sementara, prioritasnya tentu pemulihan Flores. Namun dari sana, satu hal mulai terlihat: kerja sama yang selama ini berada di atas kertas mulai diuji oleh keadaan nyata.

Dan kali ini, ujian pertamanya datang bukan dari proyek investasi atau pariwisata, melainkan dari sebuah bencana.

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto Sinantong

Giostanovlatto adalah pendiri Hey Bali yang lebih sering bertanya "kenapa?" daripada "gimana?". Ia percaya berita yang bagus bukan yang paling cepat bikin heboh, tapi yang paling mudah dipahami. Kalau lagi nggak nulis, biasanya lagi surfing, ngopi, sunsetan, kadang liputan, kadang nyamar jadi CEO, curhat sama anjingnya, atau bengong di trotoar Renon sambil mencari ide. Belum pernah menang giveaway, tapi tetap optimis. Kalau chat-nya centang dua tapi nggak dibalas, anggap saja sedang mengejar rekor tidur.

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.