SEMARAPURA, BALINEWS.ID — Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom mengimbau para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung yang bekerja di kawasan Timur Tengah agar meningkatkan kewaspadaan, bahkan mempertimbangkan untuk kembali ke tanah air jika situasi keamanan tidak kondusif.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang turut berdampak pada sejumlah negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Kuwait, tempat beberapa PMI asal Klungkung bekerja.
“Kita berharap para PMI asal Klungkung yang bekerja di wilayah tersebut bisa mempertimbangkan untuk pulang demi keamanan. Jika memang masih harus bekerja, sebaiknya mencari tempat yang lebih aman dan tetap menjalin komunikasi dengan KBRI setempat,” ujar Agung Anom, belum lama ini.
Menurutnya, keselamatan para PMI harus menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang belum stabil. Ia juga mendorong para pekerja untuk terus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di negara tempat mereka bekerja.
Sementara itu, data dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung mencatat terdapat sedikitnya 12 PMI asal Klungkung yang bekerja di dua negara tersebut. Rinciannya, empat orang bekerja di Uni Emirat Arab dan delapan orang di Kuwait.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, Gusti Ayu Made Kusuma Asih, mengatakan sebagian besar PMI tersebut bekerja di sektor jasa, khususnya sebagai terapis spa. Selain itu terdapat pula seorang PMI yang bekerja sebagai barista di Kuwait.
“Para PMI tersebut berasal dari beberapa desa di Klungkung, seperti Desa Akah, Desa Nyalian, dan Desa Tegak,” jelasnya.
Terkait kondisi terkini para PMI, pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Kementerian PPMI, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, I Nyoman Sidang, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi para PMI tersebut.
“Kami di daerah terus berkoordinasi dengan Pemprov Bali terkait komunikasi ke pemerintah pusat, sehingga nantinya kami bisa menyampaikan informasi yang pasti kepada keluarga PMI di Klungkung,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah KBRI di kawasan Timur Tengah telah mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjaga komunikasi dengan sesama WNI maupun keluarga di tanah air.
Imbauan tersebut juga telah diteruskan oleh Dinas Ketenagakerjaan Klungkung melalui platform Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) Klungkung serta jaringan lembaga pelatihan kerja (LPK) di daerah. (*)
