GIANYAR, BALINEWS.ID – Pelaku usaha lokal, anggota masyarakat, serta siswadari SMP Cipta Darma baru-baru ini bersatu mengadakan kegiatan aksi bersih-bersih di sepanjang Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Lingkungan, Jayakerta, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang terdampak oleh praktik pembuangan sampah ilegal yang terusberulang.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah besar relawan berhasil mengangkat volume sampah yang signifikan, dengan sekitar 4 ton sampah terkumpul selama aksi berlangsung. Jumlah inimenunjukkan besarnya skala permasalahan pembuangan sampah ilegal yang terjadi sertamemperkuat seruan masyarakat akan perlunya tindakan yang lebih tegas, kejelasan tanggungjawab, dan langkah pencegahan jangka panjang.
Sampah yang ditemukan didominasi limbahrumah tangga, termasuk popok sekali pakai dan produk kebersihan pribadi seperti pembalut, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan sekaligus potensi risiko kesehatan bagimasyarakat sekitar.
Lokasi pembuangan sampah ilegal tersebut berada di sebelah kantor BPPIKHL (Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan). Hingga saat ini masihterdapat ketidakjelasan mengenai batas administratif serta banjar yang secara resmi menaungiwilayah tersebut, meskipun Google Maps menunjukkan lokasi tersebut berada di Banjar Jayakertha.
Meskipun berbagai keluhan telah disampaikan oleh warga dan pelaku usaha setempat, sampahterus menumpuk di area tersebut. Masyarakat mempertanyakan mengapa permasalahan ini terusterjadi serta apakah sumber daya pengelolaan sampah lebih difokuskan pada kawasan pariwisatautama, sementara jalan-jalan penting di wilayah lokal lainnya masih menghadapi tantanganlingkungan yang berulang.
Kelompok ini menekankan bahwa pendekatan pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif dan seimbang akan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal sekaligus menjaga reputasi Bali secara keseluruhan.
Ruang publik yang bersih dan terawat mendukung kesehatan masyarakat, memperkuat usaha lokal, serta berkontribusi pada keberlanjutan jangka panjang di seluruhwilayah, bukan hanya area yang paling terlihat oleh wisatawan.
Inisiatif aksi bersih-bersih ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan untukmendorong kolaborasi, meningkatkan kesadaran, serta membuka dialog konstruktif menujusolusi yang praktis dan berkelanjutan.
Para penyelenggara berharap aksi bersama ini dapatmenginspirasi rasa tanggung jawab bersama serta dukungan berkelanjutan dari pihak terkait guna memastikan pengelolaan sampah yang konsisten dan berkelanjutan di seluruh komunitas.
Para penyelenggara juga menegaskan bahwa aksi bersih-bersih berbasis komunitas tidakseharusnya menjadi pengganti jangka panjang bagi sistem pengelolaan sampah yang terstruktur.
“Masyarakat bersedia untuk bertindak dan menjadi bagian dari solusi, namun perubahanyang berkelanjutan membutuhkan dukungan yang terkoordinasi, kejelasan tanggungjawab, serta penegakan yang konsisten,” ujar penyelenggara.
“Menjaga Bali tetap bersihadalah tanggung jawab bersama, dan setiap wilayah, bukan hanya pusat pariwisata, berhak mendapatkan tingkat perhatian dan pengelolaan yang sama.” (*)


