DENPASAR,BALINEWS — Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim penjualan mobil listrik di Bali terus meningkat. Namun, menurutnya, peningkatan penggunaan kendaraan listrik roda dua belum signifikan.
Pernyataan itu disampaikan Koster saat menghadiri peluncuran bus listrik dan charging station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
“Lapor Bapak Menteri, sekarang ini penjualan mobil listrik di Bali terus meningkat. Yang belum meningkat banyak itu adalah kendaraan roda duanya,” kata Koster dalam sambutannya.
Meski menyebut penjualan mobil listrik meningkat, Koster tidak memaparkan angka penjualan, persentase pertumbuhan, maupun periode pembanding yang menjadi dasar pernyataannya dalam sambutan tersebut.
Ia berharap masyarakat Bali semakin terdorong beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik berbasis baterai. Menurut Koster, peralihan tersebut diperlukan untuk mendukung lingkungan yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih sehat.
“Ayo kita rame-rame segera berubah menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai agar alam ini bersih dan kehidupan jadi sehat,” ujarnya.
Koster juga menyoroti efisiensi biaya operasional kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional. Ia mencontohkan perjalanan pulang-pergi Denpasar–Singaraja yang, menurut perhitungannya, membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak.
Sementara itu, dengan mobil listrik, biaya perjalanan untuk rute yang sama diklaim hanya sekitar Rp140 ribu.
“Jauh lebih efisien, tidak ada suara, tidak ada polusi udara, tidak ada polusi suara, dan kita tidak perlu lagi pakai oli,” imbuhnya.
Perbandingan tersebut menunjukkan selisih biaya sekitar Rp360 ribu per perjalanan pulang-pergi, atau sekitar 72 persen lebih rendah berdasarkan angka yang disampaikan Koster. Namun, perbandingan itu belum disertai rincian jenis kendaraan, kapasitas baterai, konsumsi energi, maupun komponen biaya yang diperhitungkan.
Klaim peningkatan penjualan mobil listrik dan efisiensi biaya tersebut menjadi bagian dari dorongan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperluas penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Sementara itu, peningkatan adopsi kendaraan listrik roda dua masih menjadi pekerjaan yang disoroti Koster.
Data penjualan kendaraan listrik secara terperinci diperlukan untuk mengukur besaran pertumbuhan dan menilai sejauh mana peralihan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik berlangsung di Bali.

