Koster Larang Bupati & Wali Kota Beri Izin Alih Fungsi Lahan Pertanian di Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengeluarkan Instruksi larangan alih fungsi lahan pertanian di seluruh Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengeluarkan Instruksi larangan alih fungsi lahan pertanian di seluruh Bali.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan kebijakan keras untuk menghentikan laju penyusutan lahan pertanian di Pulau Dewata. Melalui Instruksi Gubernur Bali Nomor 5 Tahun 2025 tentang Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Sektor Lain. Koster mengarahkan secara langsung seluruh bupati dan wali kota se-Bali agar tidak lagi memberikan persetujuan alih fungsi sawah ataupun bentuk perubahan peruntukan lahan pertanian di wilayahnya.

“Menginstruksikan Bupati dan Walikota se-Bali agar tidak melakukan dan tidak menyetujui alih fungsi Lahan Pertanian termasuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Luas Baku Sawah (LBS) ke sektor lain bukan pertanian,” tegas Koster dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Desember 2025.

BACA JUGA :  Pemerintah Karangasem Buat Terobosan, Buka Panggung Bebas Bicara Mulai April 2025

Koster  menekankan pentingnya menjaga kedaulatan pangan Bali dan melindungi lahan produktif demi keberlanjutan pembangunan Bali Era Baru. Menurutnya, perlindungan lahan pertanian harus berjalan sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sekaligus memperkuat arah pembangunan Bali 100 tahun ke depan.

Larangan Total Alih Fungsi Sawah

Instruksi tersebut memerintahkan kepala daerah untuk:

  • Tidak melakukan dan tidak menyetujui alih fungsi lahan pertanian, termasuk LP2B dan LBS, ke sektor lain.
  • Menjaga dan mempertahankan seluruh lahan pertanian sebagaimana telah ditetapkan dalam kebijakan masing-masing kabupaten/kota.
  • Tidak menyetujui perubahan peruntukan LP2B maupun LBS yang tercantum dalam RTRW dan RDTR.
BACA JUGA :  Polres Bangli Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pelaku Jualan di Warung

Poin-poin tersebut tercantum secara eksplisit dalam Instruksi Gubernur dan menjadi perhatian serius mengingat Bali terus menghadapi tekanan alih fungsi lahan akibat pembangunan akomodasi, properti, dan proyek komersial.

Pengawasan Sampai Desa, Pelanggar Terancam 5 Tahun Penjara

Koster juga memerintahkan peningkatan pengawasan hingga tingkat kepala lingkungan dan dusun. Penegakan hukum dilakukan mengacu pada ketentuan Pasal 72–74 UU 41 Tahun 2009 yang telah diperbarui, dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp1 miliar bagi siapa pun yang melakukan alih fungsi LP2B secara ilegal.

BACA JUGA :  Warung Nasi Tekor Badak Dilalap Api, Karyawan Sesak Napas dan Motor Ludes Terbakar

Instruksi tersebut juga mewajibkan pemberlakuan insentif bagi petani dan pihak yang menjaga komitmen mempertahankan lahan pangan. (*)

 

 

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Breaking News

Informasi Lowongan Pekerjaan Terbaru Hari Ini

Baca Lainnya

SEMARAPURA, BALINEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi menjalin kerja sama dengan Desa Adat Sekartaji dalam pengelolaan Tempat Rekreasi...
NASIONAL, BALINEWS.ID - Komisi III DPR RI resmi memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Terkait Tindak...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali memperluas jangkauan program Angkutan Siswa Gratis (Angsis) sebagai upaya mendukung akses...
KLUNGKUNG, BALINEWS.ID – Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung menghadiri Pentas Seni Pendidik dan...