Slot Header 970×90

BALI KRISIS BBM

Langka di Gianyar, Antrean Nyaris 3 Km, Warga Terpaksa Beli Pertamax Turbo

Harga Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter

Oleh Indra · null

13 Oktober 2026 pukul 15.21 WITA · 2 menit baca

Pengendara terpaksa membeli Pertamax Turbo.
Pengendara terpaksa membeli Pertamax Turbo. — Foto: Istimewa

GIANYAR, BALINEWS — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda sejumlah wilayah di Bali membuat antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Gianyar menggila, Selasa (13/10/2026). Pemandangan SPBU tutup hingga antrean mengular panjang ke badan jalan menjadi pemandangan yang tak terhindarkan.

Berdasarkan data dari Polsek Sukawati, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di kawasan SPBU Batubulan bahkan dilaporkan mencapai panjang hingga 3 kilometer.

Kondisi kelangkaan ini menjadi pukulan berat bagi warga dengan mobilitas tinggi dan deadline kerja padat. Tak sedikit pengendara yang tak memiliki opsi lain selain membeli jenis BBM nonsubsidi dengan harga lebih mahal agar kendaraan tetap bisa jalan.

Hal tersebut dialami oleh Ketut Kusuma, seorang pekerja sektor swasta asal Samplangan, Gianyar. Pengendara sepeda motor Honda Vario ini mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam dengan membeli Pertamax Turbo seharga Rp19.600 per liter demi menghindari antrean mengular dan risiko kehabisan bensin di jalan.

"Daripada motor mati tidak dapat bensin, saya beli Pertamax Turbo," ungkap Ketut Kusuma saat ditemui, Selasa (13/10/2026).

Ia mengaku, dalam kondisi normal biasanya hanya mengalokasikan anggaran Rp20.000 hingga Rp30.000 untuk sekali isi bensin. Namun, situasi darurat ini memaksanya melipatgandakan pengeluaran harian.

"Saya beli Rp60.000, langsung isi full. Jaga-jaga bensinnya habis, daripada tidak dapat lagi nanti," tambahnya seraya berharap pasokan BBM dapat kembali normal secepatnya.

Penjelasan Pertamina: Pasokan Masuk, Suplai Disalurkan 24 Jam

Merespons kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penentuan SPBU prioritas merupakan bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran BBM dapat terarah dan efektif.

“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” jelas Ahad.

Dari sisi ketersediaan stok, Pertamina memastikan bahwa kapal tanker MT Klasogun yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar telah bersandar di Fuel Terminal (FT) Sanggaran sejak Selasa pagi. Produk BBM tersebut ditargetkan mulai disalurkan ke SPBU-SPBU pada siang hari.

Tambahan pasokan ini diharapkan dapat meredakan kepanikan masyarakat dan mengurai antrean panjang di berbagai SPBU di wilayah Gianyar dan sekitarnya.

Indra

Indra

Wartawan Madya

0 komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Komentar langsung tayang. Komentar spam atau tidak pantas akan disembunyikan/dihapus redaksi.