DENPASAR — Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Bali dalam sepekan terakhir memicu antrean mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Bahkan, tak sedikit SPBU yang terpaksa berhenti beroperasi sementara dan memasang plang penanda stok "Habis".
Anggota DPRD Bali, Made Rai Warsa mengaku sempat menghubungi Pertamina atas situasi ini. "Horor antrean BBM, saya tadi pagi langsung kontak Pertamina. Penjelasannya: 1. Kapal Tanker sudah merapat di Terminal Manggis 11 Oktober. 2. Hari ini, Selasa, 13 Oktober kapal tangker merapat di terminal Sanggaran," ujar politikus PDIP dari Payangan itu.
Sementara itu, dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bergerak memperkuat pasokan BBM ke Pulau Dewata melalui pengiriman kapal tanker secara bertahap. Salah satu kapal pengangkut tercatat telah menyuplai sebanyak 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax untuk mempercepat penyaluran ke SPBU.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau dinamika konsumsi di lapangan dan memaksimalkan distribusi begitu kapal bersandar.
“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangannya.
Pasokan Masuk Bertahap 12, 14, dan 16 Oktober
Sebagai gambaran, rata-rata konsumsi harian Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Angka tersebut menjadi acuan utama bagi Pertamina Patra Niaga dalam memetakan prioritas distribusi dan merencanakan jadwal pasokan susulan.
Untuk memastikan kesinambungan stok, Pertamina telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026. Pasokan ini akan disalurkan melalui dua fasilitas vital, yakni Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL.
Selain mempercepat proses bongkar muatan (ship-to-shore) dan pengiriman dari terminal ke SPBU, Pertamina juga terus mengevaluasi ketersediaan stok di tiap wilayah secara berkala.
Imbau Tidak Panic Buying
Mengingat pasokan sedang dipulihkan secara bertahap, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal tanpa perlu melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
Masyarakat juga diminta untuk memantau perkembangan informasi resmi melalui saluran terverifikasi Pertamina. Untuk informasi lebih lanjut atau penyampaian pengaduan terkait ketersediaan layanan dan produk, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan resmi di Pertamina Contact Center 135.
Warga Lemas saat Antre BBM
Imbas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean kendaraan membludak di Bali kembali memakan korban. Seorang ibu pengendara sepeda motor dilaporkan lemas hingga pingsan saat berdesakan mengantre BBM di SPBU Latusari, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (13/10/2026).
Suasana di SPBU tersebut menggambarkan betapa alot dan beratnya perjuangan warga mendapatkan bensin. Antrean kendaraan tampak "horor" mengular hingga ke bahu jalan raya, sementara di area dalam SPBU antrean warga terlihat makin padat dan tak beraturan.
Personel kepolisian yang berada di lokasi langsung sigap menolong dan memindahkan korban dari kerumunan ke area yang lebih aman guna mendapatkan perawatan darurat.
Petugas kepolisian yang disiagakan di lokasi tak hanya bertugas mengurai kemacetan lalu lintas, tetapi juga memastikan keselamatan warga di tengah situasi antrean yang membahayakan kondisi fisik pengendara.

