BALINEWS - Luna Maya membagikan momen saat menjalani prosesi melaspas rumah barunya. Dalam video yang beredar di media sosial, Luna terlihat mengenakan busana adat Bali dan mengikuti rangkaian prosesi dengan suasana khidmat.
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Bukan hanya karena rumah baru yang ditempatinya, tetapi juga karena prosesi yang dijalani Luna memunculkan perbincangan mengenai hubungan antara tradisi Bali, adat, dan keyakinan agama.
Dalam unggahan yang beredar, Luna tampak mengikuti prosesi dengan mengenakan pakaian bernuansa putih. Ia terlihat melakukan gerakan tangan dalam salah satu bagian rangkaian upacara, sementara sejumlah orang berada di sekitarnya.
Melaspas sendiri dikenal dalam tradisi Bali sebagai rangkaian upacara yang berkaitan dengan bangunan yang baru selesai dibangun atau akan ditempati. Prosesi tersebut memiliki unsur adat dan keagamaan dalam praktik Hindu Bali.
Momen Luna itu kemudian memancing beragam komentar dari warganet.
Sejumlah netizen mempertanyakan keterlibatan Luna dalam prosesi tersebut. Mereka menyoroti perbedaan antara menghormati adat dan budaya dengan mengikuti ritual keagamaan.
Salah satu komentar menyebut bahwa menghormati agama lain tidak berarti seseorang harus mengikuti ritual agama tersebut. Komentar lainnya bahkan mengaitkan prosesi yang dijalani Luna dengan persoalan akidah.
“Menghormati agama lain bukan berarti kita yang beragama Islam boleh mengikuti ritual agama lain,” tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga memperdebatkan apakah prosesi tersebut harus dilihat sebagai ritual keagamaan atau sebagai bagian dari tradisi dan budaya Bali.
Perdebatan di kolom komentar pun berkembang. Sebagian warganet menilai persoalan tersebut perlu dilihat dari perspektif keyakinan masing-masing, sementara yang lain menganggap keterlibatan dalam tradisi lokal tidak serta-merta dapat diartikan sebagai perubahan keyakinan seseorang.
Terlepas dari perdebatan yang muncul, momen melaspas rumah baru tersebut menjadi bagian dari perjalanan Luna Maya dalam menempati hunian barunya. Prosesi itu sekaligus memperlihatkan kuatnya tradisi Bali yang masih hadir dalam berbagai momentum penting kehidupan masyarakat di Pulau Dewata.
Penulis: Rushel Ambarita (Balinews Jakarta)


