Mangrove Mati di Benoa Diduga Terkait Rembesan Pipa BBM, Pertamina–Indonesia Power Siap Tanam Ulang Mangrove

Kondisi tanaman mangrove yang ditemukan mati di kawasan sekitar Pelabuhan Benoa.
Kondisi tanaman mangrove yang ditemukan mati di kawasan sekitar Pelabuhan Benoa.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Ratusan tanaman mangrove yang ditemukan mati di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, akan segera ditanam ulang oleh pihak perusahaan pemilik jaringan pipa di lokasi tersebut. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor Pelindo Benoa bersama sejumlah instansi terkait, Sabtu (21/2/2026).

Rapat tersebut dihadiri Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, PT Pertamina Patra Niaga, PLN Indonesia Power, KSOP Benoa, Tahura, LNG, serta komunitas Mangrove Ranger.

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menjelaskan disepakati bahwa pemilik aset pipa BBM di kawasan tersebut akan bertanggung jawab melakukan rehabilitasi mangrove yang mati.

BACA JUGA :  Bali Gears Up to Host Southeast Asia’s Premier Wellness & Beauty Expo in 2025

“Disepakati pihak Pertamina dan Indonesia Power yang akan bertanggung jawab untuk menanam ulang ratusan mangrove yang mati tersebut karena di jalur tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi lintas stakeholder di Pelabuhan Benoa telah dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem mangrove di kawasan tersebut. Pelindo bersama pihak terkait lainnya juga akan memberikan dukungan terhadap proses rehabilitasi yang dilakukan perusahaan pemilik pipa.

Dalam rapat juga terungkap sejumlah temuan hasil inspeksi lapangan. Tanaman mangrove dilaporkan mulai mengalami kematian sejak September 2025. Di lokasi tersebut terdapat jaringan pipa milik Pertamina Patra Niaga dan PLN Indonesia Power.

BACA JUGA :  Suami Habisi Selingkuhan Istri Demi Kehormatan Keluarga, Kini Terancam Hukuman Mati

Hasil inspeksi terhadap pipa milik PLN Indonesia Power pada 12 Desember 2025 tidak menemukan adanya kerusakan maupun kebocoran. Namun di sekitar area mangrove ditemukan pipa berkarat yang diduga milik Pertamina Patra Niaga.

Selain itu, pada September 2025 sempat terjadi rembesan pada pekerjaan pipa milik Pertamina Patra Niaga yang langsung diperbaiki. Meski demikian, diduga tidak dilakukan pembersihan terhadap sisa rembesan minyak di lokasi tersebut sehingga berpotensi berdampak pada ekosistem mangrove.

Dalam kesepakatan rapat disebutkan upaya penanaman ulang mangrove akan menjadi tanggung jawab pemilik aset pipa BBM, sementara Pelindo dan instansi lain akan mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di Benoa.

BACA JUGA :  Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 90,99 Triliun Per September 2025

Sementara itu, penyebab pasti kematian mangrove masih dalam proses kajian lebih lanjut oleh instansi terkait guna memastikan sumber kerusakan serta kemungkinan adanya pelanggaran lingkungan.

Sebelumnya, temuan ratusan mangrove mati ini menjadi perhatian publik setelah ditinjau anggota DPR RI, I Nyoman Parta, yang meminta pihak terkait bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan tersebut.

Proses rehabilitasi atau penanaman ulang mangrove direncanakan segera dilakukan pasca rapat koordinasi sebagai langkah pemulihan ekosistem pesisir di kawasan Pelabuhan Benoa. (*)

Tag

Catatan: Jika Anda memiliki informasi tambahan, klarifikasi, atau menemukan kesalahan dalam artikel ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui email atau melalui kontak di situs kami.

0 Comments
Newest
Oldest
Inline Feedbacks
View all comments
Selamat Tahun Baru Imlek 2026 BaliNews.id

Breaking News

Baca Lainnya