BALINEWS – Mayangsari memiliki pandangan tersendiri dalam menghadapi haters di media sosial. Penyanyi sekaligus figur publik tersebut mengaku tidak ingin menghabiskan energi untuk menanggapi komentar negatif yang muncul di ruang digital.
Menurut Mayangsari, komentar negatif merupakan bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan seorang figur publik. Ia bahkan menilai keberadaan haters bukan sesuatu yang perlu selalu dipandang sebagai masalah.
“Kalau untuk saya, haters itu adalah sebagian dari iman,” ujar Mayangsari sambil tertawa saat menjawab pertanyaan awak media.
Ia kemudian menjelaskan bahwa keberadaan haters justru dianggapnya sebagai sesuatu yang lumrah. Menurutnya, ketika seorang figur publik tidak memiliki haters sama sekali, hal itu bisa menimbulkan pertanyaan tersendiri.
Mayangsari juga mengaku tidak tertarik untuk meladeni setiap komentar negatif yang ditujukan kepadanya. Ia memilih membiarkan warganet menyampaikan pendapat masing-masing tanpa merasa harus membalasnya.
“Bodoin amat, karena haters itu adalah mereka sedang melakukan kebahagiaannya. Kalau seumpamanya enggak, nanti kasihan, jadi enggak sibuk,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Mayangsari dengan nada bercanda. Ia memandang aktivitas haters sebagai kesibukan mereka sendiri, sehingga tidak perlu dijadikan beban dalam kehidupannya.
Lebih lanjut, Mayangsari menegaskan bahwa komentar negatif tidak akan mengurangi apa yang dimilikinya. Karena itu, ia merasa tidak memiliki alasan untuk terus memikirkan perkataan orang lain di media sosial.
“Kalaupun saya enggak meladeni mereka, enggak berkurang sedikit pun satu beras, nasi gitu sama saya. Ya, biarin aja,” tuturnya.
Mayangsari juga menyinggung bagaimana komentar negatif terkadang justru membuat seseorang semakin banyak diperbincangkan. Menurutnya, perhatian publik tidak selalu datang melalui hal-hal positif, tetapi juga bisa muncul dari perdebatan dan kritik.
Meski demikian, ia memilih untuk tetap menjalani kehidupannya tanpa merasa harus menjelaskan setiap hal yang ingin diketahui publik. Baginya, dirinya sendiri merupakan orang yang paling mengetahui kehidupan yang dijalaninya.
“Yang lebih tahu adalah saya sendiri,” ucap Mayangsari.
Sikap tersebut menjadi cara Mayangsari menyikapi dinamika media sosial ketika kembali menjalani aktivitas di dunia hiburan. Ia memilih untuk tidak terpancing oleh komentar negatif dan lebih menikmati kesibukan yang dijalaninya.

