GIANYAR, BALINEWS — Musisi solois independen asal Ubud, I Made Dwita Saraswatha, atau yang akrab disapa Beka Saraswatha, resmi merilis singel terbarunya yang berjudul "Tolih!". Mengusung genre alternatif modern berbahasa Bali, karya ini menjadi wadah ekspresi personal yang diangkat langsung dari dinamika kehidupan pribadinya.
"Saya musisi solois independen asal Bali yang mengusung genre alternatif modern berbahasa Bali. Mayoritas karya-karya yang saya bawakan, termasuk singel terbaru "Tolih!", murni berangkat dari pengalaman dan perasaan pribadi yang personal," ungkap Beka.
Perjalanan bermusik Beka terbilang panjang. Lahir di Ubud pada 20 Agustus 1994, ia mulai mengenal gitar sejak berada di bangku sekolah dasar pada 2005. Keseriusannya meracik karya makin terasah saat memasuki masa kuliah pada 2013, meski kemudian sempat vakum untuk berfokus pada pendidikan dan pekerjaan utama.
Semangat berkarya yang tak pernah padam mendorongnya untuk bangkit secara otodidak. Di sela-sela kesibukan bekerja, ia memanfaatkan platform digital seperti YouTube untuk mempelajari teknik produksi musik secara mandiri—mulai dari proses recording, aransemen, mixing, hingga mastering.
Eksplorasi genre alternatif modern dipilih karena karakternya yang fleksibel dan dinamis. Melihat tingginya minat pendengar musik Indonesia terhadap genre tersebut, Beka memadukannya dengan lirik berbahasa Bali guna memberikan nuansa segar sekaligus memperkaya ragam pilihan lagu daerah.
Saat ini, proses penataan distribusi digital dan verifikasi platform pemutar musik untuk karyanya sedang berjalan. Kehadiran Beka Saraswatha diharapkan dapat memberikan warna baru di blantika musik Tanah Dewata.
"Saya ingin ikut meramaikan dan mewarnai skena musik lokal Bali," pungkasnya.

